nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nah Lho! Korut Bakal Luncurkan Banyak Serangan Siber ke Inggris Tahun Depan

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 13 November 2017 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 13 18 1813094 nah-lho-korut-bakal-luncurkan-banyak-serangan-siber-ke-inggris-tahun-depan-aNS5tanPts.jpg Ilustrasi.

LONDON - Korea Utara (Korut) akan meluncurkan lebih banyak serangan siber ke Inggris tahun depan. Peringatan ini disampaikan Robert Hanningan, mantan direktur GCHQ, badan intelijen Inggris.

Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu telah dipersalahkan atas insiden ransomware WannaCry yang melumpuhkan National Health Service (NHS) atau Layanan Kesehatan Nasional Inggris pada bulan Mei lalu. Menurut Hannigan, serangan siber Korut terarah yang merusak akan lebih agresif pada 2018.

Menteri Keamanan Inggris Ben Wallace pada bulan lalu menyalahkan Kim Jong-un terkait serangan virus WannaCry, di mana peretas sistem komputer meminta tebusan tunai kepada korban jika ingin membuka data.

Peringatan Hannigan itu disampaikan sebuah pertemuan keamanan siber di Mayfair, London Pusat, pekan lalu. ”WannaCry benar-benar alat yang cukup canggih, yang digunakan pihak agak tidak kompeten. Mereka akan belajar dari itu. Orang selalu melakukannya,” katanya.

”Mereka akan lebih baik menggunakan alat itu, dan ada alat yang jauh lebih canggih di luar sana, dan mereka akan mulai menggunakannya,” lanjut Hannigan.

(Baca juga: Cerita Pria AS 2 Tahun Kerja Paksa di Korut: Dipaksa Tidur Berdiri & Berlutut)

”Kecanggihan teknis dari ancaman akan semakin memburuk, tanpa dipertanyakan. Kita akan melihat lebih banyak uang tebusan, kita akan melihat skala serangan yang lebih besar,” paparnya, seperti dikutip Daily Mirror, semalam (12/11/2017).

“Jika Anda melihat NHS, tidak ada orang yang benar-benar yakin bahwa orang Korea Utara ingin menyerang NHS, karena mereka tidak akan membayar uang tebusan,” imbuh dia.

Dia juga memperingatkan sebuah serangan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terhadap Inggris.

“Kelompok seperti ISIS menyukai gagasan serangan yang merusak. Mereka sangat jauh dari kemampuan yang dimiliki,” katanya.

”Tapi, seperti biasa dengan terorisme, niat dan kemampuan akan bertemu di beberapa titik,” ujarnya.

”Tantangan bagi pemerintah dan industri, dan terutama bagi penyedia infrastruktur nasional yang penting, adalah memastikan bahwa pada saat kedua negara bertemu, kita lebih baik bersenjata melawan serangan, tapi pasti akan terjadi pada tahap tertentu,” papar dia mengacu pada ketegangan dengan Korea Utara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini