Share

Wartawan Okezone Dianiaya Polisi, Puluhan Jurnalis Timika Gelar Aksi Damai

Edy Siswanto, Okezone · Senin 13 November 2017 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 13 340 1813134 wartawan-okezone-dianiaya-polisi-puluhan-jurnalis-timika-gelar-aksi-damai-1AExzQPBM8.jpg Sejumlah wartawan Timika gelar unjuk rasa di depan Polres Mimika (foto: Edi Siswanto/Okezone)

TIMIKA - Puluhan wartawan di Timika menggelar aksi damai di Mapolres Mimika di Jalan Mile 32 Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua. Aksi tersebut juga diikuti oleh berbagai organisasi pers.

Mereka meminta kepada polisi untuk menindak tegas dan proses hukum pelaku penganiaya wartawan Okezone.com, Saldi Hermanto pada Sabtu 11 November 2017.

(Baca juga: Polri Desak Polda Papua Selesaikan Kasus Penganiayaan Wartawan Okezone di Timika)

Dalam orasinya, salah seorang wartawan, Marsel Balawanga mengatakan, wartawan Timika mengecam tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Polres Mimika, personel Satpol PP, serta satu anggota Brimob BKO Polres Mimika, karena melakukan tindak kriminal penganiayaan terhadap Saldi Hermanto gara-gara postingannya di Medsos.

“Kami mengecam tindakan kriminal penganiayaan terhadap rekan kami,” pekiknya saat berorasi didepan kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Senin (13/11/2017).

 (Baca juga: Soal Pemukulan Wartawan di Papua, Polri: Pelaku Sudah Diamankan Propam Polres Mimika)

Menurutnya, apabila yang bersangkutan salah karena telah memposting kata-kata yang menyinggung pihak keamanan bisa diklarifikasi langsung ke yang bersangkutan, terlebih Saldi adalah wartawan Senior di Timika yang juga sering membuat berita-berita pihak Polres Mimika.

“Cara tangkapnya salah, dan dibawa ke Pos terpadu baru dianiaya, ini sudah tidak sesuai prosedur, harusnya bisa dibicarakan baik-baik, terlebih pasti mereka sudah kenal," terangnya.

Sementara itu, salah satu wartawan senior Husyen Abdillah Opa dalam orasinya mengatakan, wartawan Timika meminta kepada Kapolres Mimika untuk menindak tegas anak buahnya yang terlibat kejadian tersebut.

 (Baca juga: Polisi Keroyok Jurnalis Okezone di Timika, Polres Masih Rahasiakan Identitas Pelaku)

Ia juga mengungkapkan, apabila Saldi terbukti bersalah atas postingan di Medsos yang membuat Polisi tersinggung, bisa saja dilakukan proses hukum terkait UU ITE.

"Kami minta Kapolres untuk tindak tegas anak buahnya yang terlibat dalam kejadian itu,” tegas Husyen.

Menanggapi orasi wartawan yang berdemo di halaman sentra pelayanan Polres Mimika, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengatakan, pihak Propam tengah memeriksa 9 dari 13 personel yang ditahan.

“Jadi terkait dengan kasus yang dilakukan oleh anggota kami, kita akan proses secara hukum. Memang secara internal akan kita lakukan tapi secara unsur pidana kita lakukan dan juga kode etik,” kata Victor dihadapan massa aksi.

Ia mengakui, perbuatannya penganiayaan yang dilakukan oleh anak buahnya itu dan meminta maaf atas kejadian tersebut.

Sementara itu, terkait dengan berapa jumlah personel Dalmas yang terlibat. Kata dia, pihaknya belum bisa memastikan berapa personel yang terlibat sebab akan dilakukan proses penyelidikan terlebih dahulu agar bisa memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Secara pribadi dan organisasi meminta maaf atas kejadian yang dilakukan oleh anggota kami. Sementara ini ada sembilan personil yang ditahan dan ada 13 personil yang diperiksa untuk kita bisa menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap kejadian itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini