Image

Latgab AS-Korsel Sertakan Senjata Nuklir, Korut Surati Sekjen PBB

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 04:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 18 1813547 latgab-as-korsel-sertakan-senjata-nuklir-korut-surati-sekjen-pbb-k1UhQva9VA.jpg Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Ja Song-nam (berkacamata), menyurati Sekjen Antonio Guterres karena menilai AS membahayakan dunia internasional (Foto: Stephanie Keith/Reuters)

NEW YORK – Tidak terima dengan latihan militer gabungan (latgab) antara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Selatan (Korsel), Korea Utara (Korut) mengirimkan protes ke Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres. Protes tersebut dilakukan Duta Besar (Dubes) Korut, Ja Song-nam.

Korut menilai latgab tersebut sebagai situasi yang paling buruk. Penilaian tersebut diberikan karena AS menyertakan peralatan senjata nuklir mereka dalam latgab dalam posisi siap menyerang. Protes diajukan secara resmi oleh Ja Song-nam lewat surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterrres.

Diwartakan Reuters, Selasa (14/11/2017), Ja Song-nam mengatakan AS sedang mengamuk dengan memperkenalkan peralatan perang nuklir di dan sekitar Semenanjung Korea dalam latgab tersebut. Ja kecewa karena Dewan Keamanan (DK) PBB mengabaikan fakta tersebut.

Sebagaimana diberitakan, tiga kapal induk AS sedang menggelar latgab di Pasifik Barat yang berbarengan dengan kunjungan Presiden Donald Trump ke Asia. Terakhir kali AS menerjunkan tiga kapal induknya itu adalah pada 2007, juga di Pasifik Barat. Latihan tersebut sedianya berakhir pada siang waktu setempat.

Ja Song-nam menuturkan, Washington harus disalahkan karena menyebabkan ketegangan. Ia juga menuduh DK PBB mengabaikan latihan perang nuklir AS yang akan membawa bencana mengerikan bagi umat manusia.

Korut berharap Guterres mampu mendesak 15 anggota Dewan Keamanan untuk melihat kembali Pasal 99 Piagam PBB yang jarang digunakan. Song-nam berharap DK PBB dapat melihat dengan jelas bahaya yang ditimbulkan oleh latihan perang nuklir AS yang jelas-jelas merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Sebelum digelar, Korsel mengungkapkan bahwa alasan utama latgab adalah untuk merespons provokasi rudal dan nuklir Korut. Seoul juga ingin memamerkan bahwa setiap perkembangan yang dicapi oleh Pyongyang dapat diatasi dengan kekuatan yang besar.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini