Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Amien Rais Sebut Kekayaan Bangsa Dijual ke Asing, Ini Tanggapan Partai Hanura

Febrianto , Jurnalis-Kamis, 16 November 2017 |06:10 WIB
Amien Rais Sebut Kekayaan Bangsa Dijual ke Asing, Ini Tanggapan Partai Hanura
A
A
A

Amien Rais Sebut Kekayaan Bangsa Dijual ke Asing, Ini Tanggapan Partai Hanura
JAKARTA - Partai Hanura angkat bicara menyusul adanya pernyataan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut kekayaan bangsa Indonesia sudah mulai dijual kepada asing.
Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto mengatakan, selama kerjasama saling menguntungkan, tak perlu ada yang dikhawatirkan apalagi harus dicurigai.
"Yang penting asing itu membawa manfaat. Seperti enggak perlu benci tetangga dekat atau tetangga jauh. Yang penting tetangga itu tidak memusuhi kita dan tidak merugikan kita. Gitu saja," ujarnya, di Jakarta, Rabu (15/11/2017).
Melalui kerjasama yang terjalin misalnya pemerintah bisa memaksa Freeport untuk divestasi sahamnya hingga 51 persen. Tentunya, hal tersebut merupakan hal baik dan disarankan sebaiknya tak perlu terlalu anti-asing.
Dirinya menambahkan, sejak republik ini berdiri, Indonesia kerap melakukan kerjasama dengan asing. 
"Kerjasama dengan pihak asing itu bukan sekarang saja. Sejak dulu. Tidak ada pemerintahan sejak masa Bung Karno yang tidak kerjasama dengan pihak asing. Yang penting kan bisa bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat," ungkapnya. (feb)

JAKARTA - Partai Hanura angkat bicara menyusul adanya pernyataan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut kekayaan bangsa Indonesia sudah mulai dijual kepada asing.

Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto mengatakan, selama kerjasama saling menguntungkan, tak perlu ada yang dikhawatirkan apalagi harus dicurigai.

"Yang penting asing itu membawa manfaat. Seperti enggak perlu benci tetangga dekat atau tetangga jauh. Yang penting tetangga itu tidak memusuhi kita dan tidak merugikan kita. Gitu saja," ujarnya, di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Melalui kerjasama yang terjalin misalnya pemerintah bisa memaksa Freeport untuk divestasi sahamnya hingga 51 persen. Tentunya, hal tersebut merupakan hal baik dan disarankan sebaiknya tak perlu terlalu anti-asing.

Dirinya menambahkan, sejak republik ini berdiri, Indonesia kerap melakukan kerjasama dengan asing. 

"Kerjasama dengan pihak asing itu bukan sekarang saja. Sejak dulu. Tidak ada pemerintahan sejak masa Bung Karno yang tidak kerjasama dengan pihak asing. Yang penting kan bisa bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat," ungkapnya. (feb)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement