Kunjungi Pengungsi Bencana Kulonprogo, Sultan Hamengkubuwono X Minta Warga Terus Waspada

Kuntadi, Koran SI · Sabtu 02 Desember 2017 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 02 510 1824078 kunjungi-pengungsi-bencana-kulonprogo-sultan-hamengkubuwono-x-minta-warga-terus-waspada-cjF3xoCZ9l.jpg Sultan Hamengkubuwono X. Foto Okezone/Kuntadi

KULONPROGO – Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X minta kepada warga yang masih mengungsi untuk terus waspada. Hasil perkiraan cuaca oleh Badan Meteorologi dan Geofisikan (BMKG), hujan masih akan turun sampai awal tahun 2018.

“Semua harus waspada, karena perkiraan puncaknya masih di awal tahun depan,” terang Sultan saat mengunjungi korban banjir yang mengungsi di Balai Desa Panjatan, Kecamatan Panjatan Kulonprogo, Sabtu (2/12/2017).

Raja Keraton Yogyakarta ini juga menyempatkan berdialog dengan para pengungsi. Termasuk melihat kondisi lapangan untuk melihat tanggul yang jebol dan rumah yang masih terendam.

“Saya baru hari ketiga ke Kulonprogo, sebelumnya di Gunungkidul dan Bantul yang kondisinya lebih parah,” terangnya.

Pemda DIY, sudah mengeluarkan status Darurat Bencana mulai awal Desember ini dan akan berlangsung selama dua pekan. Setiap dua pekan nanti akan dievaluasi. Sebelumnya status bencana masih siaga bencana. Dengan status ini diharapkan pemda bisa mengalokasikan anggarannya lebih cepat guna mmebantu para pengungsi, dan percepatan perbaikan infrastruktur.

“Untuk tanggul yang jebol akan ditangani BBWSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak),” tuturnya. Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor Kepung Kulonprogo


Sultan juga memminta kepada para pengungsi untuk menentukan menu makan yang akan disantap selama di pengungsian. Mereka bisa menentukan pilihan kepada tim dan relawan yang ada di lapangan. Menu penting agar, mereka tidak pindah makan di posko pegungsian lain hanya karena menu.

“Jangan dapur umum yang tentukan menu, tetapi tawarkan kepada pengungsi,” jelas Sultan.

(Longsor menutup jalan di Girimulyo, Kulonprogo. Foto Antara/Andreas Fitri)

Sultan memiliki pengalaman dalam masalah pengungsian. Salah satunya pengungsi Gunung Merapi yang muncul setiap empat tahun sekali. Kemajuan teknologi menjadikan warga saling menelpon dan SMS untuk menanyakan menu. Begitu di posko lain lebih enak, mereka akan pindah untuk sekadar makan dan akan kembali ke posko.

Hal ini menyulitkan perhitungan dan kebutuhan makanan bagi pengungsi di setiap posko. Belum lagi, menu yang dirasa kurang enak akan ditinggalkan dan tidak dimakan.

“Biar mereka yang tentukan menu, agar lebih efektif,” tutur Sultan.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, melaporkan dalam bencana dampak Badai Cempaka, telah menyebabkan ratusan rumah terendam di Galur, Panjatan dan Lendah, serta sebagian Wates, Sentolo dan Temon. Sedangkan tanah longsor terjadi di perbukitan Menoreh di Kecamatan Kokap, Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang.

“Di Kulonprogo ada dua korban dan sudah berhasil dievakuasi,” tutur Hasto.

Untuk masalah pengungsi, kebanyakan terjadi di Panjatan. Semua pengungsi sudah tertangani, dari kebutuhan logistis, kesehatan sampai kebutuhan lainya.

“Setiap tahun wilayah ini kebanjiran, harus ada rmalisasi Sungai Sen dan Gunshero dengan mengeruk sedimentasi,” tutur Hasto.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini