Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diguyur Hujan Deras, 2 Kecamatan di Gunungkidul Banjir hingga 1 Meter

krjogja.com , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2020 |11:22 WIB
Diguyur Hujan Deras, 2 Kecamatan di Gunungkidul Banjir hingga 1 Meter
Banjir di Desa Girrisubo dan Semanu, Gunungkidul (foto: BPBD Gunungkidul)
A
A
A

GUNUNGKIDUL – Dua kecamatan di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terendam banjir sejak Minggu 8 Maret 2020. Puluhan rumah warga di Desa Nglindur, Girisubo dan persawahan di Dusun Wediutah, Ngeposari Semanu terendam banjir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul lebih dari 20 rumah termasuk gedung sekolah dasar dan fasilitas umum di Desa Nglindur Kecamatan Girisubo terendam banjir setinggi hampir 1 meter.

Baca Juga: Kronologi 3 Bocah Bersaudara Tenggelam saat Main di Genangan Banjir 

Sedangkan di Dusun Wediutah, Ngeposari, Semanu banjir menggenangi kawasan persawahan seluas 5 hektare dengan kedalaman air mencapai 20 sentimeter.

”Banjir terjadi akibat hujan deras selama dua hari akibat cuaca ekstrem,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki.

Informasi di masing-masing tempat kejadian menyatakan, sebelum kejadian sejak Sabtu malam hingga Minggu terjadi hujan cukup deras tetapi warga Desa Nglindur Kecamatan Girisubo tidak menduga jika akan terjadi banjir.

Saat warga tengah terlelap tersebut banjir mulai terjadi saat telaga Dusun Nglindur Kulon tidak mampu menampung luapan air dari segala arah akibat hujan deras dalam durasi lama. Meskipun tidak menimbulkan korban, tetapi dampak banjir tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

”Beberapa ruas jalan tidak bisa difungsikan dan warga terpaksa menggunakan jalan alternatif,” ujar Akbar Yudianto warga desa setempat.

Sementara banjir juga menggenangi kawasan perbukitan dan persawahan di Dusun Ngreneng, Wediutah, Ngeposari, Semanu, dan tercatat lahan pertanian seluas kurang lebih 5 hektare tergenang air setinggi 20 sentimeter.

Ketinggian air rata-rata di atas 20 sentimeter dan tidak banyak yang tahu tiba-tiba mata air Ngreneng yang tak jauh dari sungai bawah tanah Bribin dan Sindon ini tiba-tiba meluap.

Warga sekitar, Wanto (63) mengaku, kejadian ini sudah yang kedua kalinya sejak terjadi Badai Cempaka 2017 lalu. Saat itu ketinggian air mencapai 100 sentimeter dan menggenangi puluhan hektare kawasan pertanian.

”Untuk kawasan permukiman masih aman dan kita berharap hujan mereda dan tidak berdampak terhadap permukiman,” ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement