nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Oknum Polisi di Timika Mengamuk dan Intimidasi Wartawan dengan Senjata

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017 11:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 06 340 1825928 oknum-polisi-di-timika-mengamuk-dan-intimidasi-wartawan-dengan-senjata-pfodSjel26.jpg Warung tempat nongkrong wartawan di Timika, lokasi mengamuknya oknum polisi DS (Edy/Okezone)

TIMIKA - Seorang oknum polisi dari Polres Mimka berinisil DS mengamuk di tempat nongkrong wartawan di Jalan Budi Oetomo depan Kantor Satlantas Polres Mimika, Papua, dini hari tadi. Ia membawa senjata dan chainsaw kemudian memaki-maki para jurnalis yang lagi nongkrong.

Aksi DS diduga karena ia kecewa beberapa teman seprofesinya dijadikan tersangka atas kasus penganiayaan wartawan Okezone yang bertugas di Mimika, Saldi Hermanto. DS juga beberapa kali menanyakan “mana Saldi” di lokasi.

Mr, wartawan yang juga saat kejadian ada di lokasi mengatakan, jika DS beberapa kali mendatangi tempat tersebut dan meluapkan emosinya. Kedatangan DS pertama sekira pukul 24.30 WIT. Pelaku yang mengenakan kaus dan celana pendek, memaki-maki wartawan yang nongkrong di situ.

"Dia maki-maki bilang kalau wartawan ini-itu. Kita diam saja, sempat dilerai oleh dua anggota polisi lain yang kebetulan duduk bersama wartawan di tempat itu, karena kebetulan ada perwira juga di situ dan dibawa ke kantor Satlantas oleh anggota tersebut," kata Mr, Rabu (6/12/2017).

Pelaku DS kemudian pergi. Sialnya 30 menit kemudian dia kembali lagi. Kali ini dia datang dengan membawa senjata laras panjang, lengkap dengan amunisi. DS masih memaki-maki wartawan lalu pergi.

"Namun kemudian sekitar pukul 02.00 WIT pelaku kembali datang dan membawa senjata api laras panjang dengan peluru. Kami langsung bubar, untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pelaku sempat menaruh senjata di atas meja," katanya.

Di depan para wartawan, pelaku mengatakan tidak takut dipecat atas aksinya. Dia mengaku memiliki ribuan amunisi di kediamannya dan jika dipecat dari kesatuan dirinya akan bergabung ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Pelaku memaki-maki dan menyampaikan jika dia punya peluru sebanyak 1.700 di rumahnya dan mengatakan kalau dipecat akan bergabung ke KKB," katanya.

Setelah itu, DS sempat pergi dan kembali lagi ke tempat nongkrong wartawan tersebut untuk ketiga kalinya. Kali ini pelaku membawa mesin pemotong kayu atau chainsaw dan merusak meja serta kursi yang sering digunakan wartawan untuk membuat berita. (sal)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini