Image

Dubes Palestina Terpilih: Tidak Ada yang Bisa Menerima Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel!

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 12:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826581 dubes-palestina-terpilih-tidak-ada-yang-bisa-menerima-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel-Mn5UuQaYQ0.JPG Warga Turki berunjuk rasa mendukung Palestina (Foto: Osman Orsal/Reuters)

SERPONG - Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel mendapat kecaman dari berbagai pihak termasuk Indonesia. Selama ini, dunia internasional tidak mengakui klaim Israel atas keseluruhan Al Quds, nama lain dari Yerusalem dan menurut Duta Besar Palestina Terpilih, Zuhair Al Shun, keadaan itu tidak akan berubah.

"Tidak ada yang bisa menerima Yerusalem sebagai milik Israel atau Ibu Kota dari Israel. Yerusalem adalah Ibu Kota dari Palestina. Kami mengecam keputusan AS itu. Semua orang menolak keputusan tersebut, "kata Dubes Zuhair kepada jurnalis di sela penyelenggaraan Bali Democracy Forum X di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/12/2017).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,Pemerintah AS telah mengumumkan pengakuan resmi terkait status Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina pada Rabu, 6 Desember waktu Washington. Langkah itu dinilai dapat mengancam proses perdamaian antara Israel dengan Palestina.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) bahkan menilai keputusan AS itu akan membunuh solusi dua negara yang selama ini dikedepankan sebagai cara penyelesaian konflik. Menanggapi hal itu, Dubes Zuhair mengatakan, Palestina akan berdiskusi dengan komunitas internasional, terutama negara-negara Islam untuk menentukan langkah selanjutnya.

" Kami akan segera menggelar pertemuan tingkat tinggi. Liga Arab juga akan mendiskusikan masalah ini. Kami meminta komunitas internasional untuk membuat keputusan," kata Zuhair.

Pemerintah Indonesia menyatakan secara tegas mengecam keputusan AS terkait status Yerusalem. Menlu RI Retno Marsudi mengatakan, keputusan AS itu tidak sejalan dengan prinsip demokrasi yang mengedepankan dialog bukan pernyataan sepihak.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini