Image

Sopir India Dapat Penghargaan Karena Tak Bunyikan Klakson Selama 18 Tahun

Febrianto, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 15:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826728 supir-india-dapat-penghargaan-karena-tak-bunyikan-klakson-selama-18-tahun-5aTVn2Zb2r.png Dipak Das (Foto: Hindustan Times)

KOLKATA - Seorang sopir India telah menerima penghargaan Manush Sanman karena tidak pernah membunyikan klakson selama 18 tahun.

Ini mungkin merupakan penghargaan yang aneh, tapi India terkenal dengan kesemrawutan jalan raya, dan tipikal pengguna kendaraan kerap membunyikan klakson mobil. Dipak Das, seorang sopir yang berbasis di Kolkata, percaya bahwa India dapat mengubah ini dan akhirnya menjadi jalan yang damai dan tenang.

Membunyikan klakson kebiasaan pengendara di di India, karena orang cukup banyak menggunakannya sebagai alternatif kaca spion. Beberapa mobil bahkan tidak memiliki spion dan bila memilikinya kerap dilipat. Ini yang sering kali menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Pengendara membunyikan klakson untuk menunjukkan bahwa mereka akan segera lewat atau menunjukkan bahwa pengemudi lain terlalu dekat. Hal ini menciptakan polusi suara yang tak tertahankan yang banyak dianggap sangat merugikan masyarakat India.

"Saya pikir jika seorang sopir tanpa membunyikan klakson, dia akan menjadi lebih waspada saat mengemudi. Jika pengemudi menyediakan ruang antar-kendaraan satu sama lain, mengatur kecepatan dan waktu, maka klakson tak perlu digunakan, "katanya, seperti dikutip dari kepada Hindustan Times.

Bahkan dirinya menceritakan, ketika penumpang memintanya untuk membunyikan klakson, dia dengan sopan menolak dan mengatakan kepada bahwa itu bukan solusi untuk masalah.

Das, yang mempertahankan sikap tegasnya tanpa membunyikan klakson selama perjalanan jauh ke Darjeeling atau Sikkim. Dirinya berharap suatu hari nanti Kolkata akan menjadi kota tanpa bunyi klakson.

"Ini bukan sesuatu yang tidak bisa diraih atau sangat sulit untuk dicapai. Yang dibutuhkan untuk ini adalah niat baik administratif dan politik, "kata Das.

Manush Mela menghargai warga yang melakukan sesuatu yang unik dan berharga bagi masyarakat. Sudipa Sarker, salah satu dari 2017 penyelenggara acara tersebut, bahwa Das terkenal dan dihargai oleh individu dan organisasi tempat dia bekerja, menjadikannya pilihan yang tepat untuk penghargaan tersebut. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini