Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tolak Transportasi Online, 8.000 Angkot di Medan Mogok Operasi

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Rabu, 13 Desember 2017 |13:47 WIB
Tolak Transportasi <i>Online</i>, 8.000 Angkot di Medan Mogok Operasi
A
A
A

MEDAN - Ribuan mobil angkutan kota di Medan, Sumatera Utara, berhenti beroperasi (mogok), Rabu (13/12/2017). Mogok massal ini dilakukan dalam rangka protes mereka atas operasional transportasi berbasis aplikasi daring (online) yang semakin masif.

Ketua Organda Medan, Monthgomery Munthe mengatakan, setidaknya delapan ribu armada angkot anggota mereka berhenti beroperasi mulai hari ini. Monthgomery menegaskan mereka akan terus mogok selagi Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengabulkan tuntutan mereka untuk mengeluarkan kebijakan penghentian seluruh operasional transportasi online.

"Kita ingin tunjukkan sama pemerintah bahwasanya operasional transportasi online ini sudah begitu banyak. Selama ini kan operasional mereka tidak terlihat. Dengan kami berhenti beroperasi, biar pemerintah sadar dengan apa yang selama ini kami hadapi di lapangan," sebutnya.

Aksi mogok massal yang dilakukan pengusaha dan sopir angkutan ini telah membuat jalanan di Medan lowong. Seperti di Jalan Gatot Subroto, Iskandar Muda dan Jalan Gajah Mada. Padahal biasanya ketiga ruas jalan itu selalu padat akibat operasional angkot.

Hanya terlihat beberapa angkot saja yang tetap beroperasi, itu pun kebanyakan tanpa penumpang. "Tetap ada yang beroperasi karena mereka tidak mendapatkan sosialisasi. Tapi sebenarnya kita sudah meminta agar seluruhnya mogok," tukasnya.

Mogok massal para pengusaha dan sopir angkutan ini juga telah membuat warga sempat kesulitan dan tertonggok di pinggir jalan. Termasuk para siswa, PNS dan karyawan swasta yang selama ini mengandalkan angkot.

(Baca Juga: Pendapatan Menurun Gara-Gara Transportasi Online, Sopir Angkot di Pematangsiantar Mogok)

"Enggak ada angkot. Udah nunggu dari jam 7 pagi tapi enggak ada juga. Tadi untung saja ada mobil polisi yang mau ngasih tumpangan. Sebenarnya bisa naik ojek online, tapi ongkos yang dari orangtua enggak cukup,"sebut Andi, salah seorang siswa SMP Negeri 7 Medan.

Selain kenderaan Polisi, Pemkot Medan juga sudah mengoperasikan sejumlah kenderaannya untuk mengangkut warga. Namun belum ada pejabat yang mau berkomentar terkait mogok massal angkot ini.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement