Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serangan Jantung, Kim Jong-il Meninggal di Atas Kereta Api

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Minggu, 17 Desember 2017 |06:00 WIB
Serangan Jantung, Kim Jong-il Meninggal di Atas Kereta Api
Mantan Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-il. (Foto: Reuters)
A
A
A

Ketika Jong-il mewarisi takhta, Korea Utara dihantam bencana kelaparan beruntun yang menewaskan sekira 2 juta orang pada dekade 1990. Meski rakyat menderita karena kesulitan ekonomi, Jong-il tetap memerintahkan sebagian besar dana belanja negara untuk kepentingan militer demi pengembangan senjata nuklir. Setelah lama vakum, Korut akhirnya kembali menguji rudal balistik mereka pada 2006 dan 2009.

Di bawah kekuasaan Jong-il, propaganda Korut di media semakin kencang. Sebab, semua media berada di bawah perintah langsung negara, dan masyarakat tidak begitu bebas. Bahkan, segelintir ekspatriat (orang asing) yang tinggal di Korut pada masa itu diawasi secara ketat oleh aparat negara.

Sebagaimana dengan ayahnya yang disebut Presiden Abadi, Jong-il juga menjadikan dirinya sebagai kultus di Korea Utara. Il-sung dan Jong-il saat ini dianggap sebagai jelmaan dewa dan foto-foto mereka dengan mudah ditemui di semua bangunan publik.

Jenazah Kim Jong-il lantas diawetkan dengan balsem pada 17 Desember 2011 dan dipamerkan ke publik di Istana Memorial Kumsusan di Pyongyang. Di tempat yang sama, jenazah Kim Il-sung juga diawetkan dan dipamerkan sejak meninggal pada 1994. Dinasti Kim lantas diteruskan oleh Jong-un yang merupakan putra bungsu Jong-il. Hingga naik takhta, nama Kim Jong-un tidak terlalu dikenal.

(Rufki Ade Vinanda)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement