Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penjelasan RSUD Syaiful Anwar soal Dugaan Penipuan Jual Beli Ginjal

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 23 Desember 2017 |15:13 WIB
Penjelasan RSUD Syaiful Anwar soal Dugaan Penipuan Jual Beli Ginjal
Ita Diana, Korban Dugaan Penipuan Donor Ginjal (foto: Avirista Midaada/Okezone)
A
A
A

MALANG - Donor ginjal yang dilakukan Ita Diana yang disinyalir terjadi proses tawar menawar dibantah oleh pihak dokter RSUD Syaiful Anwar yang menangani operasi transplantasi ginjal. Salah seorang tim dokter yang menangani operasi tersebut, dr. Atma Gunawan mengungkapkan pasien atas nama Ita Diana yang datang sendiri ke rumah sakit untuk menawarkan mendonorkan ginjalnya.

"Tidak benar jika kita mencari-cari orang untuk dijadikan donor. Yang bersangkutan sendiri datang bersama adiknya karena secara peraturan harus didampingi oleh perwakilan keluarganya," ujar Atma, dokter spesialis penyakit dalam ini.

(Baca Juga: Laporan Dicabut, Polisi Tak Punya Dasar Selidiki Dugaan Penipuan Jual Beli Ginjal)

Saat diperiksa Ita juga berada dalam kondisi sehat secara fisik maupun psikologis. Dari sisi psikologis misalnya melibatkan dokter spesialis kedokteran jiwa yakni dr. Prilia yang turut melakukan proses observasi ke Ita Diana.

Ita Diana, Korban Dugaan Penipuan Donor Ginjal (foto: Avirista Midaada/Okezone)

"Kondisi pasien bagus dan sehat. Semua proses sudah sesuai Permenkes dan SOP sudah kita lakukan. Jika ada permasalahan di luar, itu merupakan di luar pengetahuan dan kesepakatan kami," tuturnya.

Sementara itu, nama dokter lainnya, Achmad Rifa'i yang juga diangkut pautkan dengan proses operasi ginjal ini juga menyatakan sama sekali tak pernah bertemu atau mengenal Ita Diana sebelumnya. "Ketika seorang daftar jadi pendonor tidak serta merta kita proses. Ada pemeriksaan oleh tim dokter, jadi tidak bisa satu dua dokter yang memastikan proses berlanjut ke operasi," ujarnya.

Ia menambahkan justru dari pihak pendonor yang aktif mendatangi dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit dan sering menanyakan ke dokter Atma melalui percakapan whatsapp sekalipun. "Tidak ada kesepakatan nominal Rp 350 juta. Yang jelas pendonor kita beri penjelasan terkait syarat prosedural sesuai aturan Permenkes, begitupun pihak resipien, penerima donor," jelasnya.

(Baca Juga: Jual Ginjal untuk Bayar Utang, Wanita Ini Malah Ditipu Oknum Dokter)

Terkait mengapa akhirnya, Ita Diana yang menjadi pendonor, dr Atma Gunawan menyatakan hanya berdasarkan kecocokan golongan darah dan kecocokan jaringan sehingga diputuskan penerima ginjal Ita adalah Erwin.

Kedua dokter ini juga sepakat, tak mengetahui ada kesepakatan antara dua pihak penerima dan pendonor ginjal. Mereka juga menyatakan baru mengetahui permasalahan yang menimpa dari seorang awak media, mengingat operasi donor ginjal sudah dilakukan 10 bulan lalu dan sesuai prosedur.

Dokter Atma juga menyatakan pemberian uang Rp 500 ribu kepada anak Ita Diana merupakan bagian dari kemanusiaan. Dimana ia ingin membantu biaya anak Ita bersekolah. "Kalau membantu apa salahnya? Ini sisi kemanusiaan saya yang tersentuh. Tidak perlu lah dipublikasikan besar - besaran," pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement