nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pindahkan Kapalnya untuk Hindari Badai, Pria Filipina Tewas Diserang Buaya

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Minggu 24 Desember 2017 00:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 24 18 1835170 pindahkan-kapalnya-untuk-hindari-badai-pria-filipina-tewas-diserang-buaya-7KcpueGboi.jpg Ilustrasi. Buaya. (Foto: Reuters)

MANILA - Seorang pria tewas dengan tragis saat berupaya memindahkan kapalnya ke tempat aman saat badai menghantam. Pria bernama Abdulsalam Binang Amerhasan itu diketahui diserang seekor buaya di sungai tepat saat hujan deras tengah mengguyur.

Sebagaimana dilansir dari Strait Times, Minggu (24/12/2017), Amerhasan tewas ketika tengah mengikat kapalnya agar tak terbawa arus deras sungai. Kala itu, badai tropis memang tengah melanda pulau barat Palawan. Sebagaimana diketahui Filipina memang tengah dilanda cuaca buruk dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA: Astaga! Mencoba Berjalan di Atas Air, Pastor di Afsel Dimakan Buaya

Kematian pria berusia 53 tahun itu terungkap setelah sang istri curiga karena suaminya tak kunjung kembali selama satu jam lamanya. Istri Amerhasan yang khawatir kemudian mencari bantuan tetangga untuk melakukan pencarian. Pada mulanya warga mengira jika Amerhasan mengalami kecelakaan dan tenggelam.

Namun setelah semalaman menelusuri sungai, warga menemukan tubuh Amerhasan tengah dilahap seekor buaya besar. "Warga melakukan pencarian di sepanjang sungai dan kemudian menemukan bahwa mayat korban masih digigit dan dilahap oleh seekor buaya," ujar seorang warga yang tak disebutkan namanya.

Warga kemudian langsung melaporkan kejadian mengerikan ini kepada polisi. Sayangnya polisi tidak memberikan komentar lebih lanjut tentang kasus ini dan apa yang mereka lakukan kepada mayat Amerhasan serta si buaya. Serangan buaya di kota nelayan Bataraza terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA: Tanah Longsor Tewaskan 90 Orang di Filipina

Sejak Oktober lalu, tercatat 3 orang tewas diserang buaya. Palawan adalah satu dari sedikit wilayah di Filipina di mana buaya masih umum ditemukan. Kehilangan habitat alami membuat buaya kerap bersinggungan dengan manusia. Pada November, korban tewas yang diserang buaya adalah seorang gadis berusia 12 tahun yang tengah mengambil air di daerah hutan.

Badan Metereologi Filipina mengatakan bahwa badai tropis masih akan menghantam pulau selatan Mindanao hari ini. Badai tropis di Filipina juga telah menyebabkan tanah longsor dan menewaskan sekira 90 orang. Para korban kebanyakan berada di pulau utama kawasan selatan Mindanao. Puluhan orang dilaporkan masih hilang.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini