Mengenang 22 Jurnalis Korban Tewas Tsunami Aceh 13 Tahun Silam

Zuhri Noviandi, Okezone · Selasa 26 Desember 2017 03:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 26 340 1835792 mengenang-22-jurnalis-korban-tewas-tsunami-aceh-13-tahun-silam-Xw8rCIhQXA.jpg Jurnalis Aceh mengenang rekan yang jadi korban tsunami. (Foto: Zuhri Noviandi/Okezone)

BANDA ACEH - Mengenang jurnalis Aceh korban gempa dan tsunami 26 Desember 2014, sejumlah pekerja media di Aceh mengadakan tausiah dan doa bersama dalam rangka memperingati 13 tahun salah satu bencana terbesar itu.

Acara yang menjadi agenda tahunan para jurnalis yang tergabung dalam komunitas Sekber Jurnalis Aceh itu berlangsung di pelataran Taman Putro Phang, Banda Aceh, Senin 25 Desember 2017 malam.

Para wartawan, pegiat pers kampus, dan sebagian warga duduk lesehan dan memanjatkan doa untuk para korban tsunami. Air mata sejumlah jurnalis pun tak terbendung saat mengenang rekan mereka yang tewas akibat bencana itu.

Ketua Aji Banda Aceh, Adi Warsidi berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan YME. "Jadi kita mengirimkan doa kepada mereka agar diberikan berkah dan mendapatkan tempat di sisi Allah SWT," kata dia.

Berdasarkan catata,  terhitung 22 orang jurnalis meninggal dunia akibat musibah tsunami. Salah satunya adalah ketua Aji pertama, Muharram yang bekerja di media harian Serambi Indonesia. "Mereka sahabat kita yang menjadi korban berasal dari berbagai lintas organisasi dan media. Mereka gugur saat menjalankan tugas jurnalistik," ujarnya.

(Baca juga: Setelah 13 Tahun, Jasad Brimob yang Hilang saat Tsunami Aceh Akhirnya Ditemukan!)

Para Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh juga memamerkan karya foto dalam rangka peringatan 13 tahun tsunami Aceh. Pameran ini berlangsung selama dua hari, mulai 25-26 Desember 2017. Ketua PFI Aceh, Fendra Trysanie mengatakan, pihaknya mengusung tema 'Cahaya Samudera' yang menampilkan 40 frame foto, mulai dari bencana tsunami hingga proses bangkitnya Aceh saat ini.

"Acara ini secara rutin setiap tahun kita gelar. Mengusung tema ini karena dari samudera sangat banyak memberi manfaat bagi kehidupan Manusia," kata Fendra.

"Foto-foto ini diabadikan oleh para pewarta foto dari berbagai media. Di balik foto ini kita juga bisa melihat bagaimana masyarakat sangat empatinya untuk membantu saudara Rohingya saat terdampar di negeri kita," ujarnya.

Dengan hadirnya pameran foto mengenang 13 tahun tsunami Aceh itu, Fendra berharap bisa mengedukasi semua masyarakat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. "Semoga bisa menjadi edukasi dan wahana belajar bagi masyarakat Aceh. Ada juga diskusi, berbicara soal etika fotografi karena maraknya serangan medsos, maka kita berkepentingan untuk memberikan edukasi itu," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini