Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Trump: Tombol Nuklir AS Lebih Besar dan Kuat dari Korut!

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 03 Januari 2018 |10:25 WIB
Trump: Tombol Nuklir AS Lebih Besar dan Kuat dari Korut!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya memiliki tombol nuklir yang “lebih besar dan kuat” dibandingkan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Komentar itu disampaikan Trump menanggapi ancaman yang disampaikan Kim Jong-un dalam pidato Tahun Baru-nya.  

BACA JUGA: Tahun Baru, Kim Jong-un 'Ancam' AS dengan Rudal Nuklir

“Pemimpin Korut Kim Jog-un baru saja mengatakan bahwa ada ‘Tombol Nuklir di mejanya setiap saat.’ Akankah ada seseorang dari rezimnya yang miskin dan kelaparan mengingatkan Jong-un bahwa saya juga memiliki Tombol Nuklir, tetapi jauh lebih besar dan kuat dari miliknya, dan tombol milik saya berfungsi!” balas Trump melalui cuitan di Twitter sebagaimana dilansir Straits Times, Rabu (3/1/2017).

Dalam pesan Tahun Baru yang disiarkan di televisi, Kim Jong-un menegaskan bahwa dirinya memiliki Tombol Nuklir di mejanya yang dapat digunakan jika Korut terancam.

“Seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan nuklir kami dan sebuah tombol nuklir selalu berada di atas meja kantor saya dan ini adalah kenyataan, bukan ancaman,” kata Jong-un dalam pidatonya.  

Respons Trump atas pidato Jong-un tersebut merupakan perang retorika terbaru yang terjadi antara kedua pemimpin itu. Komentar Trump tersebut juga menunjukkan hal serupa tampaknya masih akan berlanjut pada 2018.

Pada Sidang Majelis Umum PBB, Trump memanggil Jong-un dengan julukan “Manusia Roket” dan mengancam akan mengambil tindakan terhadap Korut. Komentar itu dibalas oleh Kim Jong-un yang menyebut Trump dengan julukan “dotard”.

BACA JUGA: Korut Tegaskan Akan Tetap Kembangkan Senjata Nuklir di 2018

Selain menekankan mengenai kapabilitas nuklir Korut, dalam pidato Tahun Baru-nya Kim Jong-un juga menjelaskan bahwa Pyongyang akan berfokus memproduksi massal rudal balistik dan hulu ledak nuklir untuk keperluan operasional pada 2018. Selain itu dia juga menyatakan membuka peluang melakukan dialog dengan Korea Selatan (Korsel) demi mencapai perdamaian.

Dialog pertama antara kedua negara bertetangga tersebut rencananya akan digelar pada pekan depan.  

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement