Sementara itu, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA) Aceh, Fachrul Jamal juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengaku belum mengetahui tentang kabar meninggalnya bayi asal Aceh Singkil tersebut.
"Saya belum tahu, Mohon maaf," balasnya via WhatsApp saat ditanyai Okezone.
Diketahui peristiwa kematian bayi itu begitu cepat beredar luas di media sosial hingga ahkirnya menjadi viral. Pemilik akun Facebook @Herawati Hera asal Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil yang membeberkan kronologi wafatnya bayi itu dikarenakan perawat yang tidak bisa memasang infus pada bayi.
Sang pemilik akun menyebutkan bahwa petugas yang biasa memasang infus itu sedang dinas ke Kota Medan. Dia menceritakan bayi yang merupakan keponakannya sendiri itu lahir secara sesar pada Kamis 28 Desember 2017 sekira pukul 15.30 WIB.