TANGERANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desiriana mengatakan, butiran besi atau gotri yang ditelan para korban sodomi Wawan Sutiono alias Babeh (49) tidak berbahaya bagi kesehatan. Butiran gotri tersebut tidak memberikan efek apapun.
"Enggak ada efek apa-apa, enggak berbahaya soalnya itu masuk melalui saluran pencernaan jadi nanti keluarnya melalui feses. Kalau dia masuk ke saluran pernapasan baru itu bahaya harus dioperasi," ujar Desi, Selasa (9/1/2018).
Sebelumnya, Babeh diketahui memaksa para korban menelan gotri sebelum disodomi. Alasan dia minta mereka menelan gotri agar mudah “menurunkan ilmu kebal dan semar mesem”.
Menurut Desi, para korban tak perlu menjalani tindakan medis atau pemeriksaan rontgen karena dapat dipastikan butiran gotri tersebut sudah keluar melalui feses.
"Kalau sudah keluar ngapain di rontgen karena tidak dicerna. Kalau masuk lewat saluran pernapasan ke paru-paru baru dirontgen, harus dioperasi. Sampai saat ini dari sisi fisik enggak ada keluhan juga dari mereka," tuturnya.
(Baca juga: Sebelum Disodomi, 41 Korban Babeh Dipaksa Telan Gotri)
Sementara itu, Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tangerang, Nadli Rotun mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, para korban mengalami mual dan muntah lantaran banyak menelan butiran gotri.