nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Motif Pencuri Tali Pocong di Cilacap Masih Jadi Misteri

Sucipto Cipto, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 03:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 13 512 1844392 motif-pencuri-tali-pocong-di-cilacap-masih-jadi-misteri-dNR9soYx9h.jpg Makam bayi yang dibongkar OTK di Cilacap (Foto: Sucipto/Okezone)

CILACAP - Kasus pencurian tali pocong yang sempat membuat geger warga sekitar tempat pemakaman umum (TPU) Mbeji, Limbangan, Desa Mertasinga, Cilacap Utara masih diselidiki oleh aparat kepolisian. Kejadian yang diketahui warga pada Jumat 12 Januari 2018 sekira pukul 05.30 WIB itu masih menjadi misteri terkait motif pelakunya.

Mengenai pembongkaran makam, ini bukan kali pertama terjadi di Cilacap. Kepala Subbagian Humas Polres Cilacap, AKP Bintoro Wasono menjelaskan bahwa pernah terjadi kejadian serupa pada tahun 2013. Saat itu, kasusnya adalah pencurian bagian tubuh mayat.

Namun, ia menjelaskan ada kesamaan pada kasus yang terjadi saat ini. "Makam yang dibongkar sama-sama makam perempuan," ujarnya.

 (Baca: 40 Hari Dikubur, Makam Bayi di Cilacap Dibongkar OTK)

Bintoro mengungkapkan bahwa pada kasus terdahulu, pencuri mayat berhasil ditangkap. Setelah diperiksa, pelaku mengaku bahwa pencurian bagian tubuh mayat perempuan itu dimaksudkan untuk memperoleh kesaktian."Kalau kasus tahun 2013, motifnya ingin memiliki ilmu terbang," ungkap Bintoro.

Namun, untuk kasus di TPU Mbeji, Bintoro menjelaskan bahwa polisi masih mengejar pelaku. Data pelaku sendiri didapatkan dari keterangan yang didapat dari saksi di sekitar area TPU Mbeji.

 (Baca juga: Pembongkaran Makam Bayi di Cilacap Diduga untuk Pesugihan dan Ilmu Kebal)

Sekadar diketahui, makam yang dibongkar di TPU Mbeji adalah makam bayi perempuan yang baru dikebumikan selama 40 hari. Bayi yang diberi nama Khusnulkhotimah tersebut merupakan anak dari pasangan Tasiwan (42) dan Karsiah (37).

Tasiwan menjelaskan bahwa ia sangat terkejut mengetahui kejadian tersebut. Namun begitu ia bersyukur karena kondisi mayat bayi masih utuh, tidak ada yang hilang.

"Yang hilang itu kain kafan pengikat di kepala dan beberapa bagian tengah," katanya ketika ditemui dikediamannya sekitar 300 meter dari TPU Mbeji.

Ia juga heran, motif pelaku yang membongkar makam anaknya dan mengambil kain pengikat kafannya. Tasiwan hanya bisa berasumsi bahwa kemungkinan pencurian tali pocong anaknya karena didasari motif mistis.

"Saya tidak tahu buat apa orang itu ambil pengikat kafan anak saya. Mungkin untuk hal mistis seperti pesugihan atau untuk ilmu kebal," tuturnya.

Saat ini, makam anaknya telah dirapikan kembali setelah diperiksa polisi. Untuk pengungkapan kasus, Tasiwan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Polisi.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini