Ambisi sastra Macron sudah terlihat sejak ia masih sangat muda. Macron pun diketahui telah menulis setidaknya dua karya yang tidak dipublikasikan sebelum membuat sebuah buku berjudul ‘Revolution’ selama kampanye pemilihannya.
Macron pernah mengatakan kepada majalah mingguan Le Point bahwa dia tidak mencari penerbit untuk karya-karya sebelumnya karena ia tidak senang dengan para penerbit. Dalam sebuah artikel terpisah untuk majalah yang sama, ditanya oleh penulis Prancis Philippe Besson apakah dia menyesal tidak menjadi penulis, Macron menjawab: "Hidupku belum selesai"
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.