nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhan AS Jim Mattis Kunjungi Indonesia 22-24 Januari

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 18:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 15 18 1845306 menhan-as-jim-mattis-kunjungi-indonesia-22-24-januari-uoboBMNhzU.jpg Menteri Pertahanan AS James Mattis (Foto: Toru Hanai/Reuters)

JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Norman ‘Jim’ Mattis, dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada 22-24 Januari. Pria yang akrab disapa Si Anjing Gila itu hendak bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu.

BACA JUGA: Soal Penolakan Panglima TNI, Ryamizard: Menhan AS Minta Maaf

Kunjungan tersebut hampir berbarengan dengan kedatangan Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri AS, Susan Thornton, ke Jakarta. Kunjungan Thornton dilakukan untuk membahas kerjasama strategis antara Indonesia dengan Negeri Paman Sam.

“Untuk kunjungan Menhan ada baiknya ditanyakan lebih lanjut ke Kementerian Pertahanan. Kunjungan Susan Thornton ke Indonesia untuk membahas peningkatan kemitraan strategis antara Indonesia dengan AS,” terang juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, kepada awak media di Anomali Coffee, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).

Pria yang akrab disapa Tata itu menambahkan, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pagi tadi berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi via sambungan telefon. Dalam percakapan selama 30 menit itu, Tillerson menyampaikan keinginan AS untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia.

“Kedua Menlu juga membahas mengenai arsitektur kawasan Indo-Pasifik yang adil, terbuka, dan transparan bagi terciptanya kawasan damai, stabil, dan sejahtera. Menlu Tillerson sepakat bahwa arsitektur kawasan Indo-Pasifik itu bagus dan akan dibahas lebih lanjut,” tukas Arrmanatha.

BACA JUGA: Indonesia Prihatin Dana Bantuan Palestina Dipotong AS

Menlu Retno juga menyampaikan keprihatinan terhadap rencana pemotongan dana bantuan AS terhadap Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA). Diplomat kelahiran Semarang itu mengingatkan agar langkah Washington tidak berdampak negatif kepada program pendidikan dan perumahan bagi pengungsi Palestina di luar negeri yang dibiyai dari dana bantuan tersebut.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini