nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meksiko Catat Rekor Pembunuhan Tertinggi pada 2017

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 22 18 1848679 meksiko-catat-rekor-pembunuhan-tertinggi-pada-2017-RXzNWrznjg.jpg Ilustrasi.

MEXICO CITY  - Tercatat lebih dari 25.000 pembunuhan di Meksiko, yang dilanda perang antarkelompok narkotika, pada 2017, catatan tahunan tertinggi sejak pencatatan modern dimulai, demikian menurut data Pemerintah Meksiko.

Penyidik membuka 25.339 perkara pembunuhan tahun lalu, naik hampir 25 persen dari penghitungan pada 2016, kata data kementerian dalam negeri, yang dikeluarkan pada Sabtu. Itu adalah jumlah tahunan tertinggi sejak pemerintah mulai menghitung pembunuhan pada 1997.

Meksiko berjuang bertahun-tahun melawan kekerasan jalanan saat pemerintah memerangi kartel obat terlarang, yang semakin terpecah menjadi gerombolan lebih kecil dan lebih haus darah.

Kekerasan menjadi persoalan pokok dalam pemilihan presiden pada Juli.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto menghadapi perjuangan berat untuk mempertahankan Partai Revolusioner Institusional, yang berkuasa.

Ada 40 persen lebih investigasi pembunuhan yang dibuka tahun lalu dibandingkan dengan tahun 2013, tahun penuh pertama Pena Nieto menjabat.

Meksiko pada Kamis pekan lalu membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Meksiko adalah negara yang paling berbahaya di dunia.

Sementara itu pekan lalu, Seorang wartawan dibunuh di Tamaulipas, negara bagian di Meksiko utara, menambah gelombang kekerasan di salah satu negara paling berbahaya bagi pekerja media.

Carlos Dominguez dibunuh di kota Nuevo Laredo, kata para pejabat negara bagian itu dalam sebuah pernyataan. Kantor Kejaksaan Agung telah melancarkan proses investigasi untuk menentukan sebab-sebab pembunuhan tersebut, termasuk apakah hal itu terkait dengan pekerjaan Dominguez sebagai wartawan, demikian pernyataan tersebut.

Dominguez adalah wartawan independen yang menulis sebuah forum politik. Dalam salah satu tulisan yang disiarkan, ia menyebut kekerasan politik berkembang menjelang pemilihan presiden pada Juli.

Gubernur Tamaulipas, Francisco Garcia Cabeza de Vaca, mengutuk pembunuhan itu dalam cuitannya di Twitter.

"Kami sampaikan belasungkawa kepada keluarga wartawan Carlos Dominguez Rodriguez," katanya, "Komitmen saya kepada mereka dan komunitas wartawan di Tamaulipas ialah pelaku pembunuhan ini harus dihukum." Sedikit-dikitnya 67 pekerja media dibunuh di seluruh dunia dalam kaitan dengan pekerjaan mereka pada tahun 2017, kata Reporters Without Borders, kelompok pembela, yang menyebut Meksiko negara paling berbahaya bagi wartawan di dunia barat.

Pada perkara berbeda, sembilan mayat terkerat ditemukan ditumpuk di truk pada Sabtu malam di negara bagian Veracruz, Meksiko, yang diwarnai kekerasan, pada pekan lalu, yang diduga sebagai dampak benturan antarkelompok bersaing.

Sebagian besar korban tewas diyakini adalah anggota kelompok obat terlarang, kata Gubernur Veracruz Miguel Angel Yunes dalam jumpa pers, dengan menyebutkan bahwa tato ditemukan di mayat tersebut.

Sebelum truk itu ditemukan di Xalapa, ibu kota negara bagian kaya minyak tersebut, pihak berwenang menemukan mayat orang lain, yang tampaknya terbunuh saat mencoba melarikan diri dari penculiknya, kata Yunes.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini