INDRAMAYU - Sumiyati (29), warga Desa Wanguk, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat hilang kontak selama 11 tahun saat bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
Ayah Sumiyati, Raswan (66) bercerita, anaknya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Negeri Jiran sejak 16 Juni 2006. Namun, sejak 2007, anaknya tak lagi memberikan kabar hingga sekarang.
"Sekira 11 tahun Sumiyati tidak ada kabar," ungkapnya, Senin (5/2/2018).
Raswan mengatakan, 12 tahun lalu Sumiyati hanya meminta izin kepadanya untuk bekerja ke Malaysia dengan cita-cita mengubah perekonomian keluarga yang serba kekurangan. "Karena tujuan anak saya baik, maka saya izinkan untuk berangkat ke Malaysia," katanya.
Ibu Sumiyati, Carmi (61) menuturkan, anaknya bekerja ke Malaysia direkrut oleh Tarmin, sponsor warga Desa Anjatan, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, dan diberangkatkan melalui PT Triganda, Jelambar, Jakarta Barat.
(Baca juga: TKW Asal Indramayu Lumpuh karena Disiksa Majikannya di Malaysia)
Menurut Carmi, Sumiyati pernah mengirim surat setelah setahun bekerja. Di surat itu, Sumiyati memberi kabar jika kondisinya dalam keadaan baik. Namun selama bekerja, dia mengaku belum pernah mendapat gaji dari majikan bernama Madevi, warga Malaysia keturunan Hindia.
"Pada tanggal 30 Oktober 2007, Sumiyati kirim surat dan surat itu merupakan satu-satunya kabar dari Sumiyati," tuturnya.
Ia pun sering mengadu ke sponsor yang memberangkatkan anaknya, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
"Kami berharap adanya bantuan dari Pemerintah untuk mencari anak saya dan anak saya bisa pulang," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)