nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertolak ke China, Menlu RI Cari Dukungan untuk Menjadi Anggota Tak Tetap DK PBB

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 19:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 07 18 1856197 bertolak-ke-china-menlu-ri-cari-dukungan-untuk-menjadi-anggota-tak-tetap-dk-pbb-sqHUS5R4dA.jpg Menlu RI Retno Marsudi. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, bertolak menuju China guna menghadiri Sidang Komisi Bersama (Joint Commission) dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi. Pertemuan tersebut didahului dengan pertemuan pejabat senior (SOM) kedua negara di mana Indonesia diwakili oleh Direktur Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya.

BACA JUGA: Indonesia Intensifkan Kampanye untuk Menjadi Anggota DK PBB

"Banyak isu yang akan kita bahas selain isu-isu bilateral kedua negara. Pilarnya banyak sekali plus membahas isu kawasan dan internasional lain," ujar Menlu Retno kepada awak media di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu sebelumnya menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, dan Duta Besar China untuk ASEAN, Huang Xiliang. Keduanya datang untuk memperkenalkan diri sebagai misi diplomatik yang baru ditunjuk.

"Salah satu hal yang dibahas bagaimana ASEAN dengan China setelah retreat Menlu-Menlu ASEAN kemarin. Saya menyampaikan bahwa ASEAN akan membawa code of conduct pada 1-2 Maret. Kami mencoba agar negosiasi dapat segera diintensifkan dan diselesaikan," kata Menlu Retno.

Sementara itu juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir menuturkan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi juga akan mencoba meraih dukungan dari China untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Sebagai informasi, pemilihan akan berlangsung pada Juni mendatang.

BACA JUGA: Menilik Langkah Indonesia Melaju ke Kursi Dewan Keamanan PBB

"Tidak saja akan meminta dukungan dari China sebagai anggota tetap, tapi kita juga mengharapkan bisa membantu meyakinkan negara-negara lain untuk membantu Indonesia," terang Arrmanatha Nasir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini