Image

Begini Isi Pesan Singkat Teror Bom di Kantor BRI Cabang Garut

ant, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 19:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 525 1859670 begini-isi-pesan-singkat-teror-bom-di-kantor-bri-cabang-garut-ukZPkGyLEW.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANDUNG - Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Garut di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Garut, Jawa Barat mendapat ancaman teror bom melalui pesan singkat telefon seluler. Akibatnya, seluruh pegawai berhamburan keluar gedung, Rabu (14/2/2018).

Seorang pegawai Kantor Cabang BRI Garut, Tia, mengatakan setelah mendapatkan informasi teror bom seluruh orang di dalam kantor panik berhamburan keluar. "Tadi saya menerima informasi ada ancaman bom, saya langsung ke luar ruangan," kata dia.

Ia mengatakan pesan singkat teror bom itu disampaikan sebanyak dua kali. Tia maupun pegawai lainnya merasa khawatir ancaman itu benar terjadi sehingga memilih untuk mengosongkan kantor. "Walau ledakan itu belum ada tapi rasa khawatir tetap ada," katanya.

Akibat ancaman itu membuat kepolisian setempat langsung bertindak dan memasang garis polisi di halaman depan kantor BRI Garut. Sejumlah polisi juga melakukan penjagaan dan menutup Jalan Ahmad Yani yang melintasi kawasan kantor tersebut.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna membenarkan adanya teror bom di Kantor Cabang BRI Garut. Polisi dari Tim Gegana, kata Budi, akan memeriksa gedung tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya benda berbahaya atau bom.

"Untuk sementara kita masih menunggu hasil dari Tim Gegana yang akan melakukan pemeriksaan kantor," katanya.

Adapun isi pesan teror yang disampaikan pelaku melalui pesan pertama yaitu: "Selamat pagi utk KCU BRI Garut dan semua KCP Garut, BRI Garut telah saya beri kado C-4. Selamat mencari sebelum pukul 11.30 WIB". Selanjutnya pesan singkat kedua yakni berbunyi: "Bom akan meledak pukul 11.30 WIB jadi silakan mencari sebelum terlambat".

Pesan tersebut dikirim melalui nomor telefon seluler 085225876236. Namun waktu ancaman teror yang ditentukan pengirim pesan teror hingga pukul 12.00 WIB tidak terbukti adanya ledakan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini