Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Limbah Bikin Resah, Warga Blokade Pintu Pabrik dan Bakar Ban

Bramantyo , Jurnalis-Sabtu, 24 Februari 2018 |03:32 WIB
Limbah <i>Bikin</i> Resah, Warga Blokade Pintu Pabrik dan Bakar Ban
Warga bakar ban dan blokade pintu masuk. (Foto: Bramantyo/Okezone)
A
A
A

SUKOHARJO - Warga Plesan, Nguter, Sukoharjo mengaku kecewa dengan Pemkab Sukoharjo yang belum menutup PT Rayon Utama Makmur (RUM) karena bau limbah yang membuah resah warga.

Sebagai bentuk kekecewaan, warga pun nekat memblokade pintu gerbang keluar-masuk PT RUM menggunakan besi dan bilah bambu. Tak hanya memblokade, ratusan warga juga meluapkan emosinya dengan membakar ban bekas. Lokasi sekitar PT RUM dipenuhi asap pekat berwarna hitam.

Kekecewaan warga ini dipicu karena PT RUM ternyata hanya menutup sementara pabriknya, terhitung mulai 24 Februari 2018 mendatang. Diperkirakan butuh waktu 1 hingga 1,5 tahun pabrik kembali beroperasi hingga bau limbah teratasi.

Koordinator aksi, Trisno menyebutkan, aksi di depan pintu pabrik ini diikuti warga terdampak limbah dan mahasiswa sebagai lanjutan aksi sebelumnya.

(Baca juga: Protes Limbah Pabrik, Ribuan Warga Demo DPRD Sukoharjo)

"Aksi blokade sudah sejak semalam hingga siang ini. Kami akan melakukan aksi blokade jalan sampai PT RUM tutup dan Bupati menerbitkan SK pencabutan ijin lingkungan PT RUM," terang Trisno, Jumat 23 Februari 2018.

Selain itu, aksi massa juga dipicu kekecewaan karena Surat Keputusan (SK) penutupan PT RUM belum juga ditandatangani Bupati Sukoharjo yang beralasan belum ada pembahasan soal itu. Padahal menurut mereka, keputusan itu bisa keluar hari ini.

"Kami sudah datang ke Pemkab Sukoharjo dan kami tidak mendapatkan hasil seperti yang dijanjikan kemarin. Alasannya belum dibahas. Jangan salahkan rakyat jika harus melakukan blokade karena ini mempertaruhkan nyawa masyarakat," ujarnya

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement