nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebakaran Kereta Peziarah Hindu Picu Kerusuhan Antaragama di India

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 27 Februari 2018 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 26 18 1865108 kebakaran-kereta-peziarah-hindu-picu-kerusuhan-antaragama-di-india-0C9ZeYo80P.jpg Kerusuhan di Gujarat, Februari 2002. (Foto: Reuters)

KEBAKARAN di sebuah kereta api yang terjadi pada 27 Februari 2002 menewaskan 59 peziarah Hindu di India.Kejadian ini memicu sebuah kerusuhan antar agama yang menelan korban yang jauh lebih banyak.  

 

Insiden ini terjadi saat kereta Sabarmati Express, yang menuju Ahmedabad, bertolak dari stasiun Godhra di negara bagian Gujarat sekira pukul 06.30 waktu setempat. Kereta tersebut membawa ratusan aktivis Hindu yang kembali dari ziarah ke sebuah tempat suci di Ayodhya, Uttar Pradesh yang disengketakan oleh umat Islam dan Hindu.

Kelompok ekstremis Muslim dicurigai sebagai penyebab kebakaran tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya ketegangan antar agama. Di tengah situasi tersebut, Perdana Menteri India saat itu, Atal Bihari Vajpayee meminta semua pihak untuk tetap tenang agar tidak terjadi konflik yang lebih besar.

Sengketa soal Ayodhya telah berlangsung selama beberapa tahun.

Pada 1992, Vishwa Hindu Parishad (VHP), atau Dewan Hindu Dunia, mengadakan demonstrasi yang mengakibatkan penghancuran masjid Moghul berusia 500 tahun di Ayodhya.Umat Hindu India percaya bahwa masjid tersebut menempati tempat yang sama dimana dewa mereka, Rama, lahir.

Penghancuran masjid tersebut memicu kerusuhan terbesar yang pernah terjadi di India sejak pemisahan diri dengan Pakistan.Kejadian itu mengakbatkan kematian lebih dari 3.000 orang.

Beberapa pekan sebelum kebakaran kereta terjadi, lebih dari 14 ribu umat Hindu berkumpul di Ayodhya untuk merencanakan pembangunan kuil yang akan dimulai pada 15 Maret.

Kepala Polisi di Godhra, Raju Bhargava mengatakan, kereta itu kemungkinan dibakar oleh geng ekstremis Muslim yang marah karena doa dan puji-pujian yang dinyanyikan para peziarah Hindu di dalam kereta. Bukti awal menunjukkan ada minyak tanah yang dituangkan ke empat gerbong kereta sebelum kemudian dibakar.  

Perdana Menteri Vajpayee mengungkapkan penyesalannya akan kejadian ini dan meminta semua pihak untuk mempertahankan situasi damai yang berlangsung.

"Ini adalah insiden yang sangat menyedihkan dan disayangkan," katanya.

"Perselisihan Ayodhya dapat diselesaikan hanya dengan dialog antara umat Hindu dan Muslim atau diselesaikan oleh pengadilan."

"Hal ini tidak dapat diselesaikan melalui tindakan kekerasan atau agitasi. Saya akan meminta VHP untuk menunda kampanye mereka dan membantu pemerintah dalam menjaga perdamaian dan persaudaraan di negara ini," ujar Vajpayee.

Namun, imbauan Vajpayee tidak didengar. VHP menyerukan mogok skala nasional sebagai bentuk protes terhadap serangan tersebut. Anggota VHP yang lebih militan bersumpah untuk tetap melanjutkan pembangunan kuil.

Kerusuhan antara Hindu dan Muslim dilaporkan terjadi di beberapa lokasi di Gujarat setelah berita pembakaran kereta menyebar. Insiden itu memicu kerusuhan selama berhari-hari yang menyebabkan sedikitnya 1.000 orang tewas.

Pada Januari 2005 sebuah penyelidikan sementara mengenai kebakaran yang dipimpin oleh Hakim Agung, Umesh Chandra Banerjee menemukan bahwa insiden itu ternyata tidak dimulai kelompok Islam melainkan sebuah ketidaksengajaan. Namun, Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party menuding laporan penyelidikan itu memiliki motovasi politik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini