nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sedikitnya 20 Orang Tewas Akibat Gempa di Papua Nugini

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 17:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 28 18 1866042 sedikitnya-20-orang-tewas-akibat-gempa-di-papua-nugini-0ndsMdVZFE.jpg Foto: AP

PORT MORESBY - Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter (SR) yang mengguncang Papua Nugini pada Senin, 26 Februari. Guncangan gempa menghancurkan sejumlah bangunan dan jalan serta memaksa perusahaan energi asing menghentikan operasinya.

BACA JUGA:: Gempa 7,5 SR Guncang Papua Nugini, Tidak Ada Peringatan Tsunami

Wakil Komisioner Polisi sekaligus Pimpinan Operasi, Jim Andrews mengatakan, pihak berwenang sedang bekerja untuk memulihkan pelayanan di Provinsi Hela, Enga dan Dataran Tinggi Selatan yang terdampak gempa  paling parah.

Dalam pernyataannya, Andrews mengatakan, ada kerusakan parah di ketiga provinsi tersebut dan polisi tengah membantu upaya kemanusiaan.

Berdasarkan catatan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bumi yang mengguncang Papua Nugini pada senin pagi, 26 Februari terjadi di kedalaman 35 kilometer. USGS juga melaporkan beberapa gempa susulan setelah gempa tersebut.

Beberapa saat setelah gempa, Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill mengatakan bahwa tim manajemen bencana telah dikirim ke wilayah yang dekat dengan pusat gempa.

"Ada masyarakat yang menderita bencana alam ini, dan kami mengirim tentara dan instansi pemerintah lainnya untuk mendukung rakyat kita pada saat mereka membutuhkan," kata O'Neill dalam akun facebooknya sebagaimana dilansir CNN, Rabu (28/2/2018).

"Kami tahu bahwa ada rumah yang hancur, jalan-jalan putus oleh pergeseran tanah dan gangguan terhadap layanan."

BACA JUGA: Gunung Berapi di PNG Meletus, 1.500 Warga Dievakuasi

Palang Merah di Papua Nugini mengatakan mereka mengalami kesulitan untuk menjangkau sukarelawan di dekat wilayah yang terdampak gempa karena kerusakan pada jaringan seluler.

Pemerintah Australia yang bertetangga dengan Papua Nugini telah mengirimkan pesawat pemantau dan suplai logistik untuk Pasukan pertanan Papua Nugini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini