MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte berusaha menghilangkan kekhawatiran terkait dugaan bahwa dia akan mempertahankan kekuasaan dan menjadi diktator. Duterte mengatakan bahwa dirinya ingin mencapai tujuannya dengan memperkenalkan Filipina pada federalisme agar dia bisa mundur dari jabatannya lebih awal.
BACA JUGA: Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Memang Diktator
Mantan Wali Kota Davao itu telah lama mendorong sistem federalisme untuk mengatasi perbedaan kemakmuran di tiap daerah dan memperkuat pemerintah daerah sekaligus mengakui keberagaman di Filipina.
Duterte membentuk sebuah panel beranggotakan 19 orang dari kalangan ahli hukum konstitusional bulan lalu. panel yang dikepalai oleh pensiunan hakim agung itu telah mengusulkan sebuah model negara federal yang serupa dengan Amerika Serikat.
Para pengkritik meyakini bahwa langkah untuk mengubah undang-undang itu akan memungkinkan Duterte untuk memperpanjang masa jabatannya setelah jangka enam tahun berakhir. Namun, Duterte mengatakan dia sudah tidak punya tenaga untuk melakukan hal itu.
"Saya akan mundur pada 2020, saya tidak akan menunggu sampai 2022. Saya sudah tua. Saya tidak punya ambisi lagi. Saya benar-benar ingin istirahat," kata presiden berusia 72 tahun itu sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (1/3/2018).
Majelis rendah Duterte bulan lalu memilih untuk membentuk majelis konstituante untuk merevisi undang-undang tersebut. Mereka membatalkan pemilihan jangka menengah tahun depan dan memperpanjang masa jabatan semua pejabat terpilih.
Undang-undang itu diperkenalkan pada 1987 menyusul dilengserkannya Diktator Ferdinand Marcos dalam sebuah revolusi tidak berdarah. Upaya untuk mengubah undang-undang tersebut sebelumnya telah gagal karena perlawanan dari masyarakat dan kelompok keagamaan yang khawatir perubahan sistem akan membuat penguasa kuat seperti Marcos akan dapat kembali muncul.
BACA JUGA: Presiden Filipina Minta Ditembak jika Perpanjang Masa Jabatan
Namun, para pengamat berpendapat Duterte kemungkinan dapat melakukan perubahan terhadap sistem karena dia memiliki kepopuleran yang besar dan posisi super-mayoritas di parlemen.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.