nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Parlemen Korsel Sahkan Aturan Pengurangan Jam Kerja

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 12:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 01 18 1866372 parlemen-korsel-sahkan-aturan-pengurangan-jam-kerja-XImdbtR4c5.jpg Jam kerja pegawai di Korea Selatan dikurangi dari 68 menjadi 52 jam dalam satu pekan (Foto: AFP)

SEOUL – Para pekerja di Korea Selatan boleh bergembira. Pasalnya, Parlemen baru saja mengesahkan undang-undang yang akan mengurangi jumlah maksimal jam kerja dalam waktu sepekan dari 68 menjadi 52 jam. Hal itu dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup serta penyerapan tenaga kerja.

Undang-undang baru tersebut akan berlaku secara efektif pada Juli mendatang. Perusahaan-perusahaan berskala besar wajib mengimplementasikan undang-undang tersebut untuk kemudian diberlakukan bagi perusahaan atau usaha kecil.

Melansir dari The Guardian, Kamis (1/3/2018), undang-undang tersebut disahkan oleh Dewan Nasional Korea Selatan pada siang waktu setempat. Pemotongan jam kerja tersebut merupakan janji kampanye Presiden Moon Jae-in pada 2017, selain menaikkan upah minimum sebesar 16% pada tahun ini.

Kebijakan pemotongan jam kerja itu sempat mendapat tentangan dari kalangan pengusaha. Meski demikian, pengurangan jam kerja itu dipandang sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup seorang pegawai, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas karyawan. Kebijakan itu juga diharapkan dapat meningkatkan angka kelahiran bayi yang terus menurun.

Perekonomian Korea Selatan meningkat pesat pada dekade 1980-1990 hingga menciptakan budaya workaholic atau gila kerja yang menyebabkan angka kelahiran bayi anjlok. Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga, Chung Hyun-bak, menyebut kondisi tersebut tidak manusiawi dan yakin situasi itu menjadi salah satu faktor semakin menuanya masyarakat Korea Selatan.

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menerangkan, para pekerja di Korea Selatan memiliki jam kerja paling panjang kedua dalam sepekan dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. Jam kerja di Negeri Ginseng hanya kalah dari Meksiko.

Lewat undang-undang tersebut, para pekerja di Korea Selatan memiliki 40 jam kerja normal dan tambahan 12 jam lembur dalam satu pekan. Bidang pekerjaan yang dikecualikan dari undang-undang tersebut berkurang dari 26 menjadi lima, termasuk layanan transportasi dan kesehatan. Warga yang berusia di bawah 18 tahun dipersilakan untuk bekerja selama 35 jam dalam sepekan, turun dari aturan sebelumnya yakni 40 jam.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini