JAKARTA - Wacana pembentukan poros baru muncul di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Poros baru ini di luar dari partai politik yang sudah lebih dahulu mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden, maupun Partai Gerindra yang hendak mengajukan Prabowo Subianto.
Dengan adanya hal itu, Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto menyatakan, poros baru akan terwujud apabila ketiga partai politik bergabung, yakni Demokrat, PAN dan PKB. "Ketiga parpol ini, sudah ada chemistry. Seperti dari para ketua umum, parpolnya yang sudah seiring di kabinet Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," ujar Andrianto kepada Okezone, Minggu (11/3/2018).
(Baca juga: Peluang Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019 Dinilai Tipis)
Menurutnya, kemunculan poros baru ini akan ditunggu-tunggu publik, terutama bagi mereka yang sudah mulai skeptis dengan pertarungan di Pilpres 2014 terulang atau kembali memunculkan pertarungan Jokowi dengan Prabowo.
"Sebuah sinyal ini, publik sudah menunggu figur di luar Jokowi dan Prabowo. Kita pasti tahu elektabilitas Jokowi dan Prabowo pun tidak pernah menyentuh angka aman di atas 50%. Akumulatif rata-rata cuma d bilangan 40 persenan," tuturnya.
(Baca juga: Muncul Poros Baru di Pilpres 2019, PDIP Sebut Bukan Ancaman Sama Sekali)
Artinya, lanjut dia, ada sosok yang dinanti rakyat. Sosok yang perlu ditampilkan di poros baru itu seperti Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Semuanya itu, berpeluang di usung. Saya yakin kebesaran jiwa dan patriot dari ketiga parpol kubu Cikeas bakal mengusung nama-nama tersebut," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.