nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UEA Tawarkan Bantuan Restorasi Masjid Bersejarah Irak

ant, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 09:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 12 18 1871247 uea-tawarkan-bantuan-restorasi-masjid-bersejarah-irak-uBa4GlRcCY.jpg Masjid An Nuri hancur lebur akibat kekejaman ISIS (Foto: Sky News)

ABU DHABI - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menawarkan bantuan untuk membangun kembali Masjid Jami An Nuri di Irak. Masjid bersejarah di Mosul itu terkenal karena menara miringnya. 

Kantor Perdana Menteri Irak Haider al Abadi mengatakan, Duta Besar UEA Hassan Ahmed Ash-Shihi mengajukan permohonan tersebut atas nama negaranya ketika ia diterima oleh al Abadi di kantornya.

Sheikh Mohammed bin Zayed an Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, menggagas tawaran untuk membangun kembali Masjid An Nuri dan menara Al Hadbaanya, salah satu tonggak sejarah paling terkenal di Kota Tua Mosul, yang porak-poranda

Ash-Shihi mengatakan seorang utusan khusus dari UEA akan datang ke Baghdad untuk tujuan itu, kata pernyataan tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua, Senin (12/3/2018). 

Pada gilirannya, al Abadi mengonfirmasi keinginan Irak untuk memperkuat hubungan dengan UEA dengan dasar kepentingan timbal-balik rakyat kedua negara, katanya.

Mosul, 400 kilometer sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, telah dikuasai oleh gerilyawan fanatik IS sejak Juni 2014, ketika pasukan pemerintah meninggalkan senjata mereka dan melarikan diri, sehingga memungkinkan petempur IS menguasai banyak bagian Irak Utara dan Barat.

Pada 21 Juni 2017, petempur IS meledakkan Masjid An Nuri di Mosul dan Menara Al Hadbaa, sementara pasukan Irak mendesak ke dekat Masjid di sisi barat Mosul itu.

Masjid An Nuri dibangun pada 1172 dengan menara miringnya yang terkenal, yang memberi kota tersebut nama julukan "Al Hadbaa", atau "bongkok". Masjid itu memiliki nilai simbolis, sebab itu adalah tempat pemimpin ISIS, Abu Bakr al Baghdadi, mengumumkan "kekhalifahan" lintas-perbatasan di Irak dan Suriah dalam penampilan tunggalnya di hadapan umum pada Juli 2014.

Pada 10 Juli, al Abadi secara resmi mengumumkan pembebasan Mosul dari petempur IS, setelah hampir sembilan bulan pertempuran sengit untuk mengusir gerilyawan fanatik dari kubu utama terakhir mereka di Irak.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini