Sukmawati Soekarnoputri saat membacakan puisi 'Ibu Indonesia'. (Foto: Ist)
Dalam puisi tersebut, Sukmawati mengatakan tidak mengenal syariat Islam, kemudian mengungkap perihal cadar dan lantunan azan. Ketika ditanya, apakah hal itu sangat sensitif? Demiz membenarkannya. Persoalannya, Sukmawati tidak memiliki kepekaan sehingga puisi 'Ibu Indonesia' lahir dan dibacakan.
"Bukan sangat sensitif (lagi), yang menulisnya tadi, yang mengucapkan (membacakan), kurang memiliki kepekaan," ungkap pasangan dari calon wakil gubernur Dedi Mulyadi ini.
Demiz melanjutkan, jika Sukmawati memiliki pandangan soal kebhinekaan ataupun agama, seharusnya itu hanya dijadikan konsumsi pribadi. Sebab, hal tersebut menjadi persoalan ketika diungkapkan di hadapan publik.
"Setiap orang punya hak untuk mengemukakan pendapat. Tapi kalau diinikan (diungkapkan) di tempat umum, saya kira kurang sensitif, kurang peka terhadap masalah-masalah kebangsaan, keragaman, bukan hanya Islam, (tapi) enggak setuju dengan keragaman," jelasnya.