nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inggris Terjunkan 3 Kapal Perang untuk Awasi Korut

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 21:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 11 18 1885364 inggris-terjunkan-3-kapal-perang-untuk-awasi-korut-kfI5kwrTkM.jpg Kapal perusak Inggris, HMS Albion, akan bergabung dengan dua kapal lainnya di Pasifik untuk mengawasi Korut (Foto: Chris Ison/AFP)

LONDON – Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson mengatakan, pihaknya akan segera mengirim kapal perang ketiga untuk memastikan sanksi internasional tetap berlaku terhadap Korea Utara (Korut). Kapal serbu HMS Albion itu akan bergabung dengan HMS Sutherland dan HMS Argyll yang terlebih dahulu berada di wilayah Asia Pasifik.

Ketiga kapal tersebut dijadwalkan melakukan latihan bersama dengan Australia, Malaysia, Selandia Baru, dan Singapura, dalam waktu dekat. Albion, Sutherland, dan Argyll dikerahkan untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap larangan pengiriman barang lewat laut dengan tujuan Korea Utara.

“Angkatan Bersenjata kami ada di garda terdepan dan pengerahan HMS Albion, Sutherland, dan Argyll menunjukkan komitmen kuat kami terhadap tanggung jawab internasional serta untuk menjaga perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan di kawasan,” ujar Williamson, dinukil dari Sky News, Rabu (11/4/2018).

“Hingga Korea Utara memenuhi janjinya dengan aksi nyata, Inggris akan terus bekerja sama dengan mitra dan sekutu untuk terus menekan serta menegakkan sanksi yang berlaku guna memastikan tidak hanya keamanan kawasan tetapi juga Inggris Raya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sejumlah kapal yang terdaftar di China, diamankan setelah ketahuan memindahkan minyak secara diam-diam ke sejumlah kapal milik Korea Utara di perairan internasional dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut merupakan pelanggaran atas sanksi internasional yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB.

BACA JUGA: London-Pyongyang Lebih Dekat, Menhan Inggris: Program Nuklir Korut Harus Dihentikan

Meski dalam beberapa bulan terakhir Korea Utara menunjukkan perubahan sikap diplomatik terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS), sanksi tetap berlaku. Dunia internasional tidak mau mengambil risiko Korea Utara tetap melanjutkan program nuklir dan rudal balistik yang mengancam keselamatan dunia.

Pada September 2017, pendahulu Gavin Williamson, Michael Falon menuturkan, senjata nuklir Korea Utara harus segera dihentikan sebelum ada yang mendarat di tanah Inggris. Meski tidak pernah secara eksplisit menyebut Inggris sebagai musuh, tetapi jarak Pyongyang-London yang lebih dekat membuat Negeri Ratu Elizabeth sudah sepatutnya ekstra waspada.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini