Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Akhir Pleidoinya, Setnov Bacakan Puisi 'Di Kolong Meja' Karya Linda Djalil

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Jum'at, 13 April 2018 |13:03 WIB
Di Akhir Pleidoinya, Setnov Bacakan Puisi 'Di Kolong Meja' Karya Linda Djalil
Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Terdakwa ‎perkara korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) mengutip puisi buatan tokoh Wartawati Indonesia, Linda Djalil, dalam pleidoi atau nota pembelaannya. Setnov membacakan puisi berjudul 'Di Kolong Meja' di akhir nota pembelaannya.

"Maaf sebelum menutup pekenankan saya baca puisi. (Puisinya) Linda Djalil," kata Setnov di akhir pembacaan not‎a pembelaan pribadinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).

 (Baca juga: Setnov Akui Dakwaan, tapi Bantah Beberapa Poin Tuntutan Jaksa KPK)

Berikut puisi karya Linda Djalil yang dibacakan Setnov dalam nota pembelaan pribadinya pada hari ini:

'Di Kolong Meja '

 

Di kolong meja ada debu

yang belum tersapu

karena pembantu sering pura pura tak tahu

 

Di kolong meja ada biangnya debu

yang memang sengaja tak disapu

bersembunyi berlama-lama

karena takut dakwaan seru

melintas membebani bahu

 

Di kolong meja tersimpan cerita

seorang anak manusia menggapai hidup

gigih dari hari ke hari

meraih ilmu dalam keterbatasan

untuk cita-cita kelak yang bukan semu

tanpa lelah dan malu

bersama debu menghirup udara kelabu

 (Baca juga: Intonasi Suara Setnov Terbata-bata saat Bacakan Nota Pembelaan yang Dibuatnya Sendiri)

Di kolong meja muncul cerita sukses anak manusia

yang semula bersahaja

akhirnya bisa diikuti siapa saja

karena cerdas caranya bekerja

 Setya Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Di kolong meja ada lantai yang mulus tanpa cela

ada pula yang terjal bergelombang

siap menganga menghadang segala cita-cita..

apabila ada kesalahan membahana

kolong meja siap membelah

menerkam tanpa bertanya

bahwa sesungguhnya ada berbagai sosok yang sepatutnya jadi sasaran

 

Di kolong meja

ada pecundang

yang bersembunyi

sembari cuci tangan

cuci kaki

cuci muka..

cuci warisan kesalahan

 

Apakah mereka akan senantiasa di sana..

dengan mental banci berlumur keringat ketakutan

dan sesekali terbahak melihat teman sebagai korban menjadi tontonan??

 

(LD , Jkt, 5 April 2018)

 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement