JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) sampai saat ini belum memutuskan akan menjatuhkan dukungannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. PAN terlihat masih gamang untuk memilih poros yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) atau Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan mengatakan, sah-sah saja bila dinamika politik di internal PAN masih terbelah soal arah dukungan di Pilpres 2019.
Menurut Taufik, selama keputusan belum disepakati dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas), masih dibolehkan adanya pandangan-pandangan pribadi soal arah dukungan.
"Kalau di PAN itu dari dulu, kalau ada keputusan rakernas itu harus bulat mendukung. Jadi, sebelum adanya keputusan dari Rakernas banyaknya pendapat-pendapat merupakan hal yang sah-sah saja, tapi pada saat Rakernas, harus dijadikan komitmen bersama," ujar Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

(Baca Juga: Survei Cyrus Network: Elektabilitas Partai Perindo Ungguli PKS dan PAN)
Untuk saat ini, sambung Taufik, PAN masih berpedoman pada Rakernas PAN di Bandung, Jawa Barat, Agustus 2017 lalu yang merekomendasikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) pada 2019.
PAN juga terus menampung aspirasi kader dan para elite partai, termasuk Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais serta mengikuti perkembangan dinamika politik jelang pendaftaran capres-cawapres pada 4-10 Agustus 2018 mendatang.
"Pada yang mengarah koalisi ini pasti kita mendengarkan seluruh stakeholder dari PAN. Juga termasuk akan mendengarkan suara pendiri partai yaitu pak Amien Rais," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.