"Dia malah sering jilat jilat kakinya. Kita heran mengapa dia sangat santai. Ini tentunya terjadi penyimpangan prilaku," imbuhnya.
"Selama dalam perjalanan, Bonita dibekali dengan berbagai jenis daging dan ayam. Bonita juga terlihat santai memakan daging dan ayam yang diberi oleh petugas," ucapnya.

Selama dalam perjalanan, Bonita dikawal oleh dua dokter hewan yang sudah terlatih menangani harimau Sumatera. "Selama dalam perjalanan Bonita selalu diperhatikan kesehatannya. Sejauh ini obat bius belum sepebuh hilang," imbuhnya.
Bonita sudah muncul di kawasan Pelangiran, Inhil sejak akhir Desember 2017. Bonita sudah menerkam 3 warga, dua diantaranya meninggal yakni Jumiati (33) dan Yusri 32). Penyerangan harimau Sumatera disebabkan karena kawasan Bonita sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) sebagai pemasok bahan baku perusahaan kertas dan pulp. Pada 19 April 2018, akhirnya Bonita berhasil ditangkap.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.