Image

Khawatir Bocor ke Teroris, Wiranto Tolak Jelaskan Detail Teknis Koopssusgab

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 20:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 16 337 1899106 khawatir-bocor-ke-teroris-wiranto-tolak-jelaskan-detail-teknis-koopssusgab-qqMKLrwuNE.jpg Menko Polhukam Wiranto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto enggan memberi penjelasan ihwal penghidupan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah maraknya kejadian aksi terorisme di Indonesia.

"Ya nggak usah itu namanya teknis, enggak bisa teknis kok dijelaskan kepada publik, 'oh mau melawan sampeyan saya mau pakai ini, pakai ini,' ya enggak bisa, jangan tanya soal itu, saya enggak akan jawab karena itu adalah masalah teknis untuk melakukan langkah pengamanan," ujar Wiranto di kantornya, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Mantan Panglima ABRI itu berujar, penghidupan kembali Koopssusgab TNI merupakan salah satu hal teknis. Karena itu, ia tidak ingin menjelaskan lebih lanjut demi keberhasilan pengamanan untuk menumpas terorisme.

"Kalau dijelaskan bagaimana misalnya ada pencopet 'oh saya akan menempatkan orang di sana, sana, copet (jadi) tau ya.' Jadi jangan menanyakan sejauh seperti itu, jangan ngejar-ngejar sperti itu. Tentunya enggak akan dijawab dan ga ada gunanya," tandas Wiranto.

Polisi siaga

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertarik dengan upaya penghidupan kembali Koopssusgab TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah maraknya kejadian aksi terorisme di Indonesia.

"Saya laporan kepada Presiden kemarin beliau tertarik. Nanti kita akan bicara dengan Panglima (TNI)," ujar Moeldoko di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Koopssusgab merupakan pasukan gabungan antiteror TNI yang berasal dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU. Pasukan khusus dari tiga matra tersebut diresmikan pada Juni 2015 oleh Moeldoko ketika menjabat sebagai Panglima TNI.

Namun, sambung Moeldoko, Koopssusgab dibekukan ketika dirinya tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI. "Sepertinya dibekukan," ujarnya.

Sekadar informasi, sejumlah aksi teror terjadi di Jawa Timur, Minggu 13 Mei lalu, tiga gereja di Surabaya dibom dan menyebabkan belasan orang meninggal dunia. Kemudian, disusul ledakan di Rusun Wonocolo lantai 5 Blok B belakang Polsek Taman Sepanjang.

Lalu, bom juga meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Siang tadi, Mapolda Riau turut jadi sasaran kelompok teror. Mereka menyerang polisi menggunakan senjata tajam dan menyebabkan beberapa korban berjatuhan, baik dari pihak Polri ataupun pelaku teror.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini