Image

Diserang Terduga Teroris di Tanjung Balai, Dua Jari Hasan Putus

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 16 Mei 2018 02:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 16 340 1898796 diserang-terduga-teroris-di-tanjung-balai-dua-jari-hasan-putus-1LXB4LAWGL.jpg Seorang anggota Densus 88 siaga di rumah terduga teroris Sidoarjo. Foto: Antara/Umarul

MEDAN - Seorang kepala lingkungan (Kepling/Ketua RW) bernama Hasan alias Hasan Kibot, menjadi korban saat Polisi melakukan penangkapan terduga pelaku teror di Jalan Besar Teluk Nibung, Kelurahan PKK Beting Kuala Kepias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Hasan diserang salah seorang terduga pelaku teror dengan senjata tajam yang disimpannya. Akibat sabetan senjata tajam itu, dua jari di tangan kanan Hasan putus.

Sekretaris Daerah Kota Tanjung Balai Abdi Nusa yang telah menjenguk Hasan, memastikan kondisinya dalam keadaan baik. Hasan kini dirawat di RSU Kota Tanjung Balai.

"Mungkin saat diserang, korban menangkis. Ada dua jari yang hilang," kata Abdi, Rabu (16/5/2018) dinihari.

Densus 88 Berhasil Amankan Bahan Peledak dari Rumah Terduga Teroris Bom Polrestabes Surabaya

Belum jelas kronologi hingga akhirnya seorang terduga pelaku teror bisa sampai menyerang Hasan. Baik Abdi Nusa maupun Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, belum mau memberikan keterangan terkait kronologi penyerang tersebut.

Meski begitu, Tatan sudah memenangkan jika ada personel Polri yang melakukan penggrebekkan dan penangkapan terduga pelaku teror di lokasi yang sama dengan tempat penyerangan terhadap Hasan. Tatan mengatakan penindakan terduga teroris dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

"Iya benar, dari mabes dan dibantu oleh Polda Sumut," kata Tatan.

Densus 88 Berhasil Amankan Bahan Peledak dari Rumah Terduga Teroris Bom Polrestabes Surabaya

Densus 88 Anti Teror melakukan operasi penangkapan di Kota Tanjung Balai. Penangkapan dilakukan di Jalan Besar Teluk Nibung, Kelurahan PKK Beting Kuala Kepias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai. Sontak penangkapan membuat geger warga.

Dalam video amatir yang beredar, lokasi penangkapan berada di pinggir jalan. Penangkapan pun disaksikan masyarakat.

Dua orang terlihat terkapar di dalam video itu. Satu diantaranya masih bisa menggerakkan kepala dengan bercak darah di kaki. Sedangkan terduga teroris lainnya tewas dan di bawa ke Kota Medan.

Selain di Tanjung Balai, penangkapan juga dikabarkan dilakukan di Kota Medan. Namun belum ada keterangan resmi atas penangkapan itu.

Untuk identitas para terduga teroris hingga kini juga belum terungkap.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw menyatakan status Siaga I. Penetapan status itu sudah dilakukan sejak Minggu 13 Mei 2018 malam. Penetapan status Siaga 1 itu, menyusul rentetan teror bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini