PEKANBARU - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Syafruddin mengatakan, penyerangan ke Polda Riau, Kota Pekanbaru, kuat dugaan dilakukan jaringan, yang terkait dengan teror lainnya yang terjadi di Tanah Air.
"Kait-mengkait kemungkinan besar, tapi tidak sampai kesimpulan yang komprehnsif ada kaitannya," kata dia di Pekanbaru, Rabu (16/5/2018).
Ia mengatakan, hingga kini sudah ada 33 teroris yang diamankan, termasuk empat orang di Riau.
"Total 33 teroris tersebar termasuk di Riau. Di Riau empat orang, pengembangan tujuh di Jatim, Jabar, Jakarta dan Tangerang dan sebagainya. Tunggu saja pihak Polri lewat Kadiv Humas Polri akan jelaskan secara utuh," katanya.

Ia meminta agar serangan-serangan tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mewaspadai karena serangan teror bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kemudian untuk aparat kemanan dari Polri, TNI, instansi kementerian dan lembaga pemerintahan harus lebih profesional dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.
"Karena tanggung jawab ada di arapat keamanan, Polri, TNI dan seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan harus lebih profesional dan hati-hati. Tugas pertama adalah melindungi rakyat agar masyarakat dapat jaminan kemanan dalam segala hal," katanya.

Selain itu, ia meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa dengan mengutamakan kewaspadaan.
"Insya Allah masalah ini akan selesai, semoga diijabah oleh Allah SWT," pungkasnya. (Wal)
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.