BUNDARAN Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, tampak ramai dengan lalu-lalang kendaraan dan aktivitas warga yang bersantai, menikmati keindahan kota dan asrinya taman yang mengelilingi air mancur. Di tengahnya berdiri patung berbentuk sepasang manusia melambaikan tangan di atas landasan setinggi 10 meter.
Kamis malam lalu, seperti biasa Patung Selamat Datang yang menjulang di tengah gedung-gedung pencakar langit bermandikan cahaya. Bundaran HI makin cantik usai didandani untuk menyambut Asian Games 2018 yang dihelat di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Patung Selamat Datang menjadi ikon Ibu Kota sekaligus saksi sejarah Asian Games di Indonesia.
Ketua Asosiasi Pematung Indonesia (API), Arsono, menjelaskan bahwa Patung Selamat Datang dibangun oleh Presiden Soekarno saat Indonesia pertama kali dipercaya jadi tuan rumah Asian Games pada 1962. “Beliau membuat patung itu untuk memperingati atau menandai sejarah,” kata Arsono kepada Okezone.
Patung Selamat Datang merupakan karya Edhi Sunarso, pematung kepercayaan Bung Karno. Patung berbentuk sepasang muda-mudi yang melambai tangan –wanitanya memegang bunga– itu didirikan sekaligus untuk menyambut para kontingen, atlet, serta tamu negara sebagai simbol memberi salam.

Patung Selamat Datang (Okezone)
Saat itu Bundaran HI pintu gerbang masuk Ibu Kota setelah tiba di Bandara Kemayoran dan keberadaannya tak jauh dari Senayan yang jadi pusat perhelatan Asian Games. Dinamakan Bundaran HI karena letaknya dekat Hotel Indonesia, hotel bintang lima pertama di Indonesia yang diresmikan Soekarno pada 5 Agustus 1962.
Para kontingen Asian Games dan tamu negara kala itu masuk ke Indonesia melalui Bandara Kemayoran lalu dibawa ke Hotel Indonesia sebagai pusat penginapan. Saat itulah mereka disambut Patung Selamat Datang yang menghadap ke utara.
Patung tersebut dikerjakan oleh tim pematung dari keluarga arca pimpinan Edhi Sunarso setelah dirancang Henk Ngantung, pelukis sekaligus gubernur Jakarta saat itu. Penggagasnya Soekarno.
Patung berbahan perunggu itu berdiri di atas tugu setinggi 10 meter. Tinggi patung dari kepala sampai kaki 5 meter, sementara tinggi keseluruhan sampai ujung tangan mencapai 7 meter. Patung tersebut diresmikan Soekarno pada 1962.

Patung Pahlawan atau Tugu Tani, Jakarta Pusat (Fadel/Okezone)
Jakarta sebagai Ibu Kota negara memiliki banyak patung unik, bersejarah dan ikonik. Kemunculan patung-patung di Jakarta tak bisa lepas dari Soekarno. Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia ini memiliki daya tarik tinggi terhadap seni termasuk patung. Maka, Soekarno pun suka membangun patung-patung yang sekaligus untuk memperlihatkan kemegahan Indonesia di mata dunia.
Patung Irian Barat
Menyusul Patung Selamat Datang di Bundaran HI, turut berdiri juga Patung Dirgantara di Pancoran, Jakarta Selatan; dan Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Arsono menyebutkan bahwa ketiga patung tersebut dibangun hampir bersamaan.

Patung Pembebasan Irian Barat (Fadel/Okezone)
Patung Pembebasan Irian Barat dibangun ketika Indonesia sedang merebut wilayah Irian Barat –sekarang Papua– dari penjajah Belanda. Cikal bakal terciptanya patung itu ketika Soekarno berpidato di Yogyakarta untuk membangkitkan semangat rakyat Indonesia agar terus berjuang.
Henk Ngantung menerjemahkan omongan Bung Karno dalam bentuk sketsa lalu dieksekusi Edhi Sunarso. Dalam setahun berdirilah patung perunggu setinggi 11 meter dengan bobot 8 ton di Lapangan Banteng. Patung itu diresmikan Soekarno pada 17 Agustus 1963.
Patung Dirgantara
Kemudian Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan sebutan Patung Pancoran. Patung yang berdiri di Jalan Gatot Subroto, dekat Markas Besar Angkatan Udara, ini tampak unik karena berbentuk manusia angkasa dan melengkung.
Monumen itu dibangun Soekarno sebagai penanda Bumi Pertiwi memiliki kekuatan Angkatan Udara yang mumpuni serta menggambarkan semangat keberanian menjelajah angkasa. Patung Pancoran menghadap ke Bandara Kemayoran.
Patung perunggu setinggi 11 meter dan berat 11 ton itu diprakarsai Soekarno dan dikerjakan pematung kesayangannya, Edhi Sunarso, dengan melibatkan pemahat dari Yogyakarta. Pembuatannya sempat molor dari target karena ada peristiwa 30 September 1965, bahkan terbengkalai karena kekurangan dana. Soekarno pun menjual mobil pribadinya untuk mendanai pembangunan.

Patung Dirgantara (Arif/Okezone)
Patung Dirgantara kelar pada akhir 1966, tapi Sang Proklamator sudah lengser dari jabatan presiden, digantikan Orde Baru di bawah kendali Soeharto. Patung Dirgantara pun tak pernah diresmikan hingga kini.
Patung Kuda
Patung unik lainnya ada di antara Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Namanya Arjuna Wijaya atau lebih kesohor dengan Patung Kuda. Ihwal pembuatannya dari kisah Perang Baratayuda yang dimenangkan Arjuna. Jadilah patung menggambarkan Arjuna dengan kereta yang ditarik segerombolan kuda.
Patung dibuat maestro asal Tabanan, Bali, Nyoman Nuarta, dibangun pada 1987 dan mengandung filosofi kepemimpinan yang sesuai alam semesta serta penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Patung Arjuna Wijaya (Fadel/Okezone)
Patung Sudirman dan MH Thamrin
Di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, juga berdiri patung Sang Jenderal Besar. Patung Jenderal Sudirman dibangun pada 1999 dan diresmikan empat tahun kemudian sebagai penghargaan atas jasa-jasanya serta simbol semangat bangsa Indonesia.
Kemudian ada patung Mohammad Husni Thamrin di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Patung itu dibangun sebagai penghormatan kepada jasa MH Thamrin, pahlawan Betawi, tepatnya dari Sawah Besar.

Patung Jenderal Sudirman (Istimewa)
Thamrin adalah pentolan Kaoem Betawi dan Parindra serta pribumi pertama yang menjadi anggota Dewan Rakyat (Volksraad) di Hindia Belanda, mewakili Kelompok Inlanders.
Dosen Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Budi L Tobing, mengatakan bahwa patung ini dibangun bukan hanya untuk monumen, simbol sejarah, perjuangan, apresiasi, dan keindahan. “Patung itu juga untuk mempercantik kota.”
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.