JAKARTA - Kota Jakarta bertabur patung-patung unik dan bersejarah. Keberadaannya memberikan arti tersendiri bahkan kebanggaan bagi masyarakat. Pemerintah diminta untuk mempertahankan, merawat dan tidak menggusur patung-patung tersebut.
Ketua Asosiasi Pematung Indonesia (API), Arsono mengatakan bahwa meski pembangunan Ibu Kota begitu pesat dengan terus berdirinya gedung-gedung, namun patung-patung yang sudah ada jangan sampai dihilangkan. "Tidak semua patung bisa digusur," katanya, kemarin.
Jika di tempat berdirinya patung dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang mendesak, Arsono meminta agar patung dipindahkan ke lokasi lain yang lebih layak tanpa harus dilenyapkan. "Kalau dipindah itu harus diperhitungkan dahulu, paling tidak setara dengan tempat yang dulu atau lebih baik."

Patung Arjuna Wijaya, Jakarta (Fadel/Okezone)
Dia mencontohkan saat Gubernur Jakarta Sutiyoso hendak mengganti patung RA Kartini di Gedung Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat menjadi patung Pangeran Diponegoro. Sempat ada debat panjang saat itu hingga akhirnya Arsono mengusulkan patung RA Kartini dipindah ke sisi timur Monas. “Ke tempat yang setara dan nilainya lebih tinggi," ujarnya.
Dosen Seni Rupa Institur Kesenian Jakarta, Budi L Tobing mengatakan bahwa patung bukan hanya sebagai monumen sejarah dan simbol perjuangan, seni dan apresiasi, tapi juga sebagai penghias kota. "Patung itu juga untuk mempercantik kota,” ujarnya.
Selain itu, patung yang berdiri juga mengandung filosofi serta memperindah lingkungan.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.