nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

25 Tahun TKW Asal Indramayu Hilang Ditelan Antah Berantah Negeri Saudi

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 15:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 22 525 1901271 25-tahun-tkw-asal-indramayu-hilang-ditelan-antah-berantah-negeri-saudi-KU5iAEN72F.jpg Ilustrasi

INDRAMAYU - Sutinah (43) warga Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hilang kontak dengan keluarga selama 25 tahun bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Ayah kandung Sutinah, Tarmun (95) mengungkapkan setelah berpamitan dengan keluarga untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi pada 1993 hingga saat ini Sutinah tak pernah memberikan kabar kepada keluarga.

"Kami tidak tahu anak kami sekarang dimana, sudah 25 tahun putus komunikasi," katanya, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, Sutinah sudah dua kali berangkat ke Arab Saudi, namun kepergiannya yang kedua kali ini tidak diketahui keberadaannya. Pada 1989 Sutinah pernah bekerja ke Arab Saudi melalui PT Perdana yang beralamat di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Ini keberangkatan yang kedua kalinya, sebelumnya pada saat masih berusia 14 tahun anak saya direkrut dengan PJTKI yang sama bekerja sebagai TKI ke Arab Saudi selama 4 tahun," ungkapnya.

Tarmun mengatakan setelah kepergian anak pertamanya untuk yang kedua kali ke Arab Saudi, selang tujuh bulan ia mendapat kiriman surat melalui POS dari orang yang mengaku teman kerjanya Sutinah di daerah Tabuk, Arab Saudi. Dalam isi suratnya menyebutkan bahwa Sutinah telah meninggal dunia dan Jenazahnya di makamkan di daerah Tabuk.

"Pada saat saya terima surat sebenarnya saya tidak yakin kalau anak saya meninggal, karena surat tersebut seperti tulisan tangan Sutinah," ujarnya.

Ibu Sutinah, Taspen (77) berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri melalui KJRI di Jeddah bisa menemukan keberadaan anaknya yang selama ini ia nanti-nantikan kepulangannya.

"Semoga saja pemerintah bisa menemukan dan memulangkan anak saya karena saya yakin anak saya masih hidup," ungkapnya.

Sementara, Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih menambahkan pihaknya masih menggali informasi dari keluarga terkait proses perekrutan keberangkatan Sutinah ke luar negeri.

"Sementara ini kami masih terus menggali informasi dan mengumpulkan dokumen-dokumen dari keluarga terlebih dahulu, sebelum kami mengadu ke pihak kementerian terkait," tambahnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini