Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelaku Teror di Belgia Teriakkan 'Allahu Akbar' saat Bunuh 2 Polisi

Salman Mardira , Jurnalis-Rabu, 30 Mei 2018 |01:14 WIB
Pelaku Teror di Belgia Teriakkan 'Allahu Akbar' saat Bunuh 2 Polisi
Polisi antiteror Belgia (AFP)
A
A
A

BELGIA – Seorang pria membunuh dua polisi wanita dan seorang warga di Kota Liege, Belgia, Selasa (29/5/2018). Pelaku diketahui bernama Benjamin Herman (36) juga terlibat baku tembak dengan polisi sebelum dirinya tewas diterjang peluru aparat. Saat beraksi, Herman sempat meneriakkan takbir.

Dikutip dari Daily Mail, pelaku yang tercatat sebagai warga Belgia mengucapkan “Allahu Akbar” saat menyerang ketiga korban dan baku tembak dengan polisi.

Pria itu menyerang secara sadis dua polisi wanita Lucile Garcia (45) dan Soraya Belkacemi (53) dengan pisau, lalu mengambil pistol milik petugas kemudian menembak warga bernama Cyril Vangriecken (22) yang sedang duduk di mobil bersama ibunya. Ketiga korban tewas.

Setelah membunuh ketiga korban, pelaku masuk ke sekolah sekitar lokasi dan menyandera perempuan. Dia lari dari sekolah dengan memegang senjata dan sempat terlibat baku tembak dengan polisi sebelum tewas diterjang peluru aparat di jalan. Beberapa petugas terluka dalam pertempuran itu.

 

Polisi Belgia (Reuters)

Herman diketahui baru sehari dibebaskan dari penjara. Seorang anggota parlemen Belgia mengatakan bahwa Herman masuk dalam daftar pengawasan polisi antiteror setelah diradikalisasi di penjara.

Jaksa sedang menyeliki kasus teror tersebut. Pada 2016, Kota Brussel, Belgia juga pernah diserang bom bunuh diri dan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Menurut kepala kepolisisian Liege, Christian Beaupere, serangan teror itu ditujukan ke polisi.

Media Belgia, RTBF menyebutkan bahwa Herman adalah pengedar narkoba. Penyelidik sedang menyelidiki apakah dia telah beralih agama selama di penjara. Sumber dalam penjara menyebutkan kalau Herman memiliki hubungan dekat dengan narapidana yang radikal selama di bui dan ingin melakukan serangan ketika dibebaskan.

 

Polisi Belgia (Reuters)

Pascateror tersebut, pusat krisis nasional di Belgia menyatakan waspada, meski tidak menaikkan status keamanan ke siaga, karena serangan teror tersebut dilakukan Herman sendiri belum terindikasi ada serangan lanjutan.

Majalah Paris, Match mengungkapkan bahwa ditemukan sebuah Alquran dan sajadah di sel bekas tempat Herman ditahan sebelumnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement