nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Ingin Pilkada dan Pemilu Tidak Membuat Masyarakat Bermusuhan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 13:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 31 337 1904932 jokowi-ingin-pilkada-dan-pemilu-tidak-membuat-masyarakat-bermusuhan-W0jI41GGl9.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar masyarakat tidak terpecah belah dengan adanya perbedaan sikap politik di Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 maupun Pemilihan Umum 2019.

Ia mengungkapkan, negara telah mengeluarkan biaya besar untuk menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut sehingga tidak boleh ada permusuhan setelah pesta demokrasi.

(Baca: Jokowi Sebut Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Dokter)

"Jangan sampai karena pilihan wali kota, bupati, gubernur, presiden, kita menjadi retak. Gara-gara pesta demokrasi setiap lima tahun. Biaya terlalu besar, rugi besar kita kalau seperti itu," kata Jokowi di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/5/2018).

Presiden Jokowi. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Kepala Negara mempersilakan masyarakat menggunakan haknya memilih calon pemimpin yang terbaik. Namun setelah pemilu selesai, suasana kontestasi dalam berpolitik harus segera dihilangkan.

Jokowi meminta agar masyarakat tidak terpolarisasi dengan isu-isu yang dibangun untuk membuat hubungan antartetangga dan masyarakat retak. Apalagi, lanjut dia, tidak mau saling menyapa dengan teman sampai ada kampung-kampung yang tidak rukun.

(Baca: Jokowi Bagikan 3.026 Sertifikat Tanah di Bekasi dan Jakarta Timur)

"Jangan dikompori-kompori para politisi mau. Pakai akal jernih kita. Rugi besar kita. Sekarang kita dilihat bangsa lain itu sangat rukun, bangsa yang sangat santun, ramah. Jangan sampai karena pilihan politik, kita menjadi tidak rukun," pungkasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini