Share

Kapolri Sebut Masalah Teroris Ibarat Gunung Es

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 01 Juni 2018 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 31 519 1905244 kapolri-sebut-masalah-teroris-ibarat-gunung-es-8regFkrJab.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto: Antara)

SURABAYA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menggelar Safari Ramadan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis 31 Mei 2018. Dalam Safari Ramadan itu, Kapolri buka puasa bersama, Salat Isya, Salat Tarawih dan silaturrahmi dengan tokoh ulama.

Meliputi KH Agus Ali Mansyur ( Pimpinan Ponpes Bumi Shalawat), KH Miftachul Ahyar (Rois Syuriah PBNU), KH Muchit Murthado ( Sesepuh Yayasan Masjid Rahmat Kembang Kuning), KH Abdulrahman Nafis ( Rois Syuriyah PWNU Jatim), KH. Abdus Shomad ( Ketua MUI Jatim ), KH. Husein Rifa’I ( Pimpinan Ponpes Sepanjang ).

Bom Bunuh Diri Meledak di Mapolrestabes Surabaya, Ada Anggota Polisi Jadi Korban

Disusul KH Zainnudin Husni (Pimpinan Majelis Tarbiyatul Qulub), DR. Muhibbin (Ketua NU Surabaya), KH Imama Mawardi (Ponpes Alif Lam Mim), KH. Abdus Salam Nawawi (Pimp. Pesantren), KH Son Hadji (Imam Besar Masjid Sunan Ampel), KH Ilhamullah. S (Ketua LDNU Jatim), Sayyid Muhammad Bin Smith ( Pimp. Majelis Dzikir Syifaul Qulub), Prof Faisol Haq (guru besar UIN), dan KH. Asep Syaifudin Halim (PP Amanatul).

"Terjadi peristiwa peledakan bom pada 13 Mei 2018 di tiga gereja di Surabaya, di Rusunawa Wonocolo Taman Sidoarjo dan tanggal 14 Mei 2018 di Polrestabes Surabaya. Saya memberikan apresiasi karena pelakunya cepat dapat diidentifikasi," terang Tito.

Dari pelaku teroris adalah berasal dari satu keluarga untuk peledakan bom di tiga gereja. Demikian juga bom bunuh diri yang dilakukan di Polrestabes Surabaya, juga dilakukan oleh satu keluarga.

"Masalah teroris ibarat gunung es, di mana kalau yang dipotong hanya puncaknya saja di bawahnya masih ada akarnya yang lebih besar dan teroris berkaitan dengan masalah ideologi," ucapnya.

Oleh sebab itu untuk bisa menyelesaikan masalah teroris diperlukan kemampuan dan kepedulian semua pihak, baik oleh pemerintah maupun seluruh masyarakat. Polri dan TNI akan tetap melakukan pemberantasan terhadap teroris. Peran serta masyarakat dan juga keluarga sangat diperlukan untuk mencegah perkembangannya teroris.

Dengan selalu memonitor kegiatan putra putrinya. Disamping itu media sosial mempunyai peran yang sangat penting dalam penyebaran paham radikal, khususnya generasi muda yang mudah mengakses konten-konten teroris. Perlu ada upaya-upaya membendung penyebaran paham radikal di media sosial melalui cyber troops.

"Saya mengajak seluruh masyarakat bersatu padu memerangi terorisme," tandas Kapolri.

Kapolri Jenderal Tito Karnavia (foto: Antara)

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini