nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Modus Baru Nelayan Vietnam, Bakar Kapal untuk Hindari Petugas

Ade Putra, Jurnalis · Senin 04 Juni 2018 00:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 03 340 1906072 modus-baru-nelayan-vietnam-bakar-kapal-untuk-hindari-petugas-Ss5Xs5TVIs.jpg Ilustrasi.

PONTIANAK - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia menangkap 14 kapal ikan asing (KIA) yang berasal dari Vietnam. Dalam proses penangkapan ini, banyak modus yang dilakukan awak kapal Vietnam agar bisa lari dari petugas.

“Kita deteksi kapal-kapal Vietnam ini sedang melakukan penangkapan ikan secara bergerombolan. Ada yang 4 ada yang 5 gerombol. Saat didekati, mereka mencoba kabur,” jelas Personel Bakamla, Suyitnoditemui di Dermaga Stasiun PSDKP Pontianak, Minggu 3 Juni 2018.

Tim gabungan yang menggunakan 6 kapal pengawas ini tak mau kecolongan. Pengejarapun dilakukan hingga perbatasan. “Setelah keluar batas, tidak dapat lagi kami kejar," katanya. Padahal, kata dia, sempat diberikan tembakan peringatan kepada awak kapal yang mencoba kabur membawa kapalnya itu. Namun masih saja tetap tidak berhasil diamankan.

Ilustrasi.

Selain kabur, para nelayan dari dua kapal Vietnam ini berusaha membakar kapalnya sendiri. Dimaksud agar petugas tak mendekat. "Dari jauh kami sudah lihat asap mengepul. Kita lihat di buritan depan ada dua tong dan jaring (trawl) yang dibakar. Akhirnya kita tempel kapalnya, kita turunkan personel, kita padamkan api dan amankan kapal dan awaknya," ungkapnya.

(Baca juga: Curi Ikan di Perairan Indonesia, 14 Kapal Asal Vietnam Diamankan)

Suyitno mengatakan, upaya membakar kapal itu merupakan modus baru yang ditemui. Menurutnya, hal itu sebagai upaya pengalihan agar petugas mundur dan tidak mengejar kapal mereka.

Sebelumnya, kata dia, modus lain untuk menghentikan upaya penangkapan pun sudah sering dilakukan. "Mereka memang suka melakukan perlawanan dengan melarikan diri, serta membuang jaring untuk menghalangi kita. Membakar kapal ini, modus baru," katanya.

Kapten Kapal Pengawas Hiu Macan 01, Samson menambahkan, kapal yang dinahkodainya dan lima kapal lain melakukan pengepungan terhadap kapal asing dalam upaya penangkapan. "Kami melakukan pengepungan kapal mereka," katanya.

Dia menduga, maraknya kapal asing memasuki wilayah perairan Indonesia akhir-akhir ini, dimungkinkan para pelaku mengira petugas terkait maupun nelayan Indonesia jarang ke laut, dikarenakan momentum puasa dan akan menyambut Idul Fitri. "Mereka berpikir tidak ada patroli laut, sehingga momen tersebut dimanfaatkan mereka untuk melakukan pencurian ikan, tapi kita muncul dengan koordinasi yang baik," paparnya.

Untuk diketahui, tim gabungan ini berhasil menangkap 14 kapal Vietnam saat mencuri ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Laut Cina Selatan/Laut Natuna Utara, Minggu 27 Mei 2018. Penangkapan ini dalam operasi rutin Ditjen PSDKP KKP dengan Bakamla. Dalam operasi ini, tim gabungan menggunakan 6 kapal pengawas.

Awalnya, kapal pengawas secara bersama-sama melakukan patroli dan mendeteksi sekitar 30 kapal asing. Namun yang berhasil ditangkap hanya 14 kapal. Sisanya melarikan diri. Setelah ditangkap, 10 kapal Vietnam ini di-adhock ke Statiun PSDKP Pontianak dan 4 kapal dibawa ke PSDKP Batam.

Selain kapal, petugas juga mengamankan 74 awak kapal yang semuanya berasal dari Vietnam. Kemudian turut mengamankan hasil tangkapan. Hasil pemeriksaan sementara, kapal-kapal Vietnam ini tidak dilengkapi dokumen SIUP dan SIPI yang sah dari Pemerintah Indonesia. Mereka juga menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang dioperasikan di WPP RI, yakni trawl dan pair trawl.

Sesuai peraturan, tindak pidana illegal fishing ini melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini