
Selain itu, pertemuan dengan Trump adalah sebuah pembicaraan diplomatik tingkat tinggi yang memerlukan tingkat kefasihan bahasa Inggris yang lebih tinggi dibandingkan sebatas obrolan biasa. Karena itu meski mungkin mampu berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, Kim Jong-un kemungkinan akan lebih memilih menggunakan kemampuan penerjemah dalam KTT ini.
Walaupun Kim mungkin berbalas salam dalam Bahasa Inggris dengan Trump, pembicaraan antara keduanya tampaknya akan dilakukan dengan menggunakan penerjemah.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.