nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Akan Buka Kembali Kedutaan Besarnya di Korea Utara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 12 Juni 2018 22:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 12 18 1909792 malaysia-akan-buka-kembali-kedutaan-besarnya-di-korea-utara-lxfkZs0Azl.jpg Kedutaan Besar Korea Utara di Malaysia. (Foto: AP)

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia akan kembali membuka kedutaan besarnya di Pyongyang dan mungkin memulihkan hubungannya dengan Korea Utara.

"Ya, kami akan membuka kembali kedutaan," kata Mahathir dalam wawancara yang diterbitkan Nikkei Asian Review pada Senin.

Pada Selasa, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berjabat tangan dan tersenyum ketika mereka memulai pertemuan bersejarah di Singapura. Mengenai peristiwa besar ini, Mahathir mengatakan bahwa Malaysia tidak perlu bersikap skeptis terhadap ketulusan dari Korea Utara dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat, karena hal itu hanya akan menghalangi kerjasama.

BACA JUGA: Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Pengacara Minta Tolong Ahli Selidiki Keterlibatan Gas VX

"Kita harus melihat Korea Utara apa adanya dan mendorongnya untuk berpartisipasi dalam negosiasi internasional untuk memoderasi sikap kaku yang sebelumnya," kata Mahathir sebagaimana dilansir The Star, Selasa (12/6/2018).

"Kita harus menganggapnya sebagai sikap tulus, dan mencoba untuk membangun hubungan yang baik termasuk hubungan dagang dengan Korea Utara," lanjutnya.

Kepada Nikkei, Mahathir mengatakan bahwa warga Korea Utara berhak untuk mendapatkan perlindungan kepentingan, seperti halnya warga Amerika Serikat. Dia juga menambahkan bahwa akan ada lebih sedikit ketegangan di Semenanjung Korea karena Pyongyang telah meninggalkan program nuklir mereka.

BACA JUGA: Staf Kedubes Korut Bantu Pelarian Tersangka Pembunuhan Kim Jong-nam ke Jakarta

"Pyongyang tidak dapat membuang-buang uang untuk gertakan perang seolah-olah akan berperang. Itu menghabiskan terlalu banyak uang untuk angkatan bersenjata karena ketakutannya terhadap Amerika dan Korea Selatan," ujar Mahathir.

Malaysia sebelumnya memiliki hubungan diplomatik dan hubungan perdagangan yang erat dengan Korea Utara, tetapi pada 2017 hubungan kedua negara memburuk setelah pembunuhan tokoh penting, Kim Jong Nam, saudara tiri dari Kim Jong-un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Malaysia telah menarik diplomatnya dan mempertimbangkan untuk menutup kedutaan di Pyongyang. Reuters melaporkan bahwa Kedutaan Malaysia di Pyongyang belum memiliki staf sejak April 2017.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini