nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Pengacara Minta Tolong Ahli Selidiki Keterlibatan Gas VX

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 16 Juni 2017 15:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 06 16 18 1717895 kasus-pembunuhan-kim-jong-nam-pengacara-minta-tolong-ahli-selidiki-keterlibatan-gas-vx-3mZOIZNCYr.jpg Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soo Seng, akan mengirim 44 dokumen ke Denmark (Foto: Yusof Mat Isa/The Malay Online)

SELANGOR – Pengacara Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, berupaya mencari pertolongan dari ahli-ahli luar negeri untuk menilai bukti terkait penggunaan gas saraf VX. Salah satu senjata pemusnah massal tersebut menyebabkan kakak tiri Kim Jong-un itu meninggal dunia pada 13 Februari 2017 di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

Jaksa penuntut umum (JPU) menyerahkan 44 dokumen termasuk laporan penangkapan, toksikologi, otopsi, serta foto dan pernyataan tersangka kepada pengacara. Gooi Soo Seng mengatakan, dokumen tersebut akan dikirim ke ahli di Denmark dan negara lain untuk mencari bukti.

“Dalam pemeriksaan post mortem, mereka mengonfirmasi penyebab kematian adalah VX. Jadi, kami akan melihat aspek VX secara menyeluruh,” ujar Gooi Soo Seng, seperti dimuat Reuters, Jumat (16/6/2017).

Ia menambahkan, tim pengacara Siti Aisyah masih menunggu rekaman CCTV bandara terkait pembunuhan tersebut dan video prank yang sebelumnya dilakukan kedua tersangka di sejumlah hotel serta pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur. Sementara pengacara Doan Thi Huong, Hisyam Teh Poh Teik menuturkan, tim pembela sedang mencari bukti esensial di Vietnam.

Sebagaimana diberitakan, Kim Jong-nam tewas diracun di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Kedua pelaku, Doan Thi Huong dan Siti Aisyah, mengaku melakukan aksinya tersebut sebagai bagian dari aksi iseng sebuah acara reality show.

Doan dan Siti sudah menjalani tiga kali persidangan di Pengadilan Selangor. Jika terbukti bersalah membunuh Kim Jong-nam, keduanya terancam dengan hukuman maksimal, yaitu hukuman mati dengan cara digantung sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Malaysia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini