Kondisi 7 Anak Terduga Teroris, Sempat Tertawa Tapi Masih Sering Melamun

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 02:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 12 337 1909857 kondisi-7-anak-terduga-teroris-sempat-tertawa-tapi-masih-sering-melamun-T7SXMW1SQt.jpg Idrus Marham. (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menerima 7 orang anak terduga pelaku terorisme. Anak-anak tersebut nantinya akan dirawat dan diberikan pendampingan guna mengembalikan kepercayaan diri mereka. Hal ini kata Idrus, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar seluruh anak tersebut ditangani dengan baik.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, bahwa seluruh anak bangsa yang menjadi korban daripada konflik sosial, teroris harus ditangani secara baik-baik dan tidak ada diskriminasi, baik korban anak pelaku bom, termasuk anak dari masyarakat yang menjadi korban kita tangani dengan baik," kata Idrus di Bandara Halim Perdana Kusuma, Selasa 12 Juni 2018.

Ketujuh anak tersebut meliputi satu anak dari pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, disusul tiga anak dari terduga teroris yang dilumpuhkan di Sidoarjo. Sedangkan tiga anak lagi merupakan anak terduga teroris yang dilumpuhkan di Manukan, Surabaya.

Idrus Marham. Foto: Antara

"Tahap awal ini Kemensos akan memberikan perlindungan dan pendampingan agar mengembalikan kepercayaan diri mereka dan akan mengikis paham radikal yang merupakan ajaran dari orang tuanya dulu, kita harus bersihkan dari paham radikalisme, itu tentu butuh waktu," terangnya.

Menurut Idrus, saat ini kondisi anak-anak tersebut sudah lebih baik dan sudah bisa tersenyum meski masih sering melamun. "Saya tadi sudah beri semangat, motivasi anak teroris ini perlu diperhatikan dan mereka sempat ketawa-tawa tetapi tentu perlu waktu untuk mengembalikan pikirannya. Kondisinya masih sangat agak labil, tapi tadi ketawa, pas duduk termenung lagi, tadi sempat ketawa lagi, duduk di bawah, tidak di kursi," kata Idrus.

Mensos Baru Idrus Marham Ikuti Rapat Perdana Bahas Penanganan Krisis Kesehatan di Asmat

Meski begitu, Idrus enggan memberikan keterangan di mana anak tersebut akan dibina atas alasan keamanan. "Untuk kepentingan bersama, sementara saya tidak sampaikan di mana ditampung karena dari sisi keamanan perlu dilindungi sehingga maaf belum saya sampaikan. Yang pasti yang bertanggung jawab Kemensos, kita tempatkan di tempat yang baik, yang layak," ujarnya.

Namun Idrus tak bisa memastikan berapa lama nantinya para anak-anak itu akan dibina, hal itu sesuai dengan kondisi sang anak.

"Kita lihat perkembangan yang ada, berapa bulan? Tiga bulan, enam bulan, atau setahun, tapi ada parameter sendiri dari sisi fisik bagaimana, kesehatan bagaimana, psikologis yang penting itu ajaran agama," tukasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini